Belajar dari Isyana Sarasvati, Jangan Remehkan Kesehatan Mental
Isyana Sarasvati termasuk publik figur yang gencar mengajak masyarakat lebih memperhatikan kesehatan mental mereka.
“Kesehatan mental buatku krusial karena aku merasa, kita tidak punya kesehatan yang utuh, kesehatan yang sempurna, kalau enggak ada kesehatan mental,” ucap Isyana dalam acara “Need a Hand #HidupmuBerarti” yang digelar di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta Pusat, Minggu (28/9/2025).
Untuk mendapatkan kondisi fisik yang sehat, mental pun harus dalam kondisi yang serupa.
Menurut pelantun lagu “Tetap Dalam Jiwa” ini, sehat jiwa dan raga adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Autoimun jadi titik balik Isyana Sarasvati
Penyanyi Isyana Sarasvati dalam acara ?Need a Hand #HidupmuBerarti? yang digelar di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta Pusat, Minggu (28/9/2025).
Sedari dulu, Isyana memang sudah memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan mental demi kesehatan tubuh.
Kendati demikian, ia menjadi lebih sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan mental ketika didiagnosis penyakit autoimun Systemic Lupus Erytematosus (SLE) pada akhir tahun 2022.
Isyana mengaku, kala itu ia masih suka memendam apa pun yang sedang dirasakan dan yang membebani mentalnya. Ia menduga, hal tersebut menyebabkan dirinya terjangkit autoimun SLE.
“Di situ saya baru benar-benar membuka kembali diri saya, mencari ke dalam, sampai akhirnya banyak kesadaran yang muncul bahwa flare up itu sebenarnya juga bisa hadir karena tekanan dari pikiran yang tidak sehat. Pengalaman pribadi, karena aku tukang memendam segalanya, mahal jadi autoimun,” jelasnya.
Sadar pentingnya kesehatan mental
Pengalamannya mengidap autoimun SLE semakin menyadarkan betapa pentingnya kesehatan mental karena banyak aspek dalam kehidupan yang berkaitan dengan mental yang sehat.
“Jadi, lebih baik pencegahan. Enggak apa-apa untuk check-up kesehatan mental kayak medical check-up karena, mungkin kalian enggak menyadari bahwa ‘benang’ ini lama-lama kusut dan semakin membesar. Mengurainya butuh waktu, tapi jagnan sampai telat,” kata Isyana.
“Aku yakin bahwa untuk bisa terus menjalankan keberlangsungan hidup, kesehatan mental harus sangat dijaga,” pungkas dia.