Isyana Sarasvati Ajak Masyarakat Jangan Ragu Cari Bantuan Saat Mental Terlalu Lelah
Penyanyi Isyana Sarasvati mengajak masyarakat agar jangan ragu mencari bantuan profesional ketika beban mental sudah terlalu berat.
“Pada saat kalian sudah tidak ‘berfungsi’, enggak apa-apa banget untuk pergi ke tenaga profesional (psikolog atau psikiater),” ucap Isyana dalam acara “Need a Hand #HidupmuBerarti” yang digelar di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta Pusat, Minggu (28/9/2025).
Isyana Sarasvati ajak masyarakat jaga kesehatan mental
Beban mental terlalu berat? Segera periksa ke profesional
Penyanyi Isyana Sarasvati dalam acara ?Need a Hand #HidupmuBerarti? yang digelar di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta Pusat, Minggu (28/9/2025).
Beban mental memang bisa diringankan dengan coping mechanism agar tidak berlarut-larut. Untuk aktris "Petualangan Sherina 2" ini, coping mechanism-nya mencakup menulis lagu, bermain alat musik, bermain game, dan melamun.
Namun, beban mental yang terlalu berat bisa membuat seseorang tidak berfungsi dengan baik dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.
Misalnya, adalah sulit berkonsentrasi sampai pekerjaan menumpuk, tidak bisa bekerja karena tubuh terlalu lelah, melupakan hal-hal sederhana, sulit tidur atau tidur berlebihan, mudah tersinggung, tidak menjaga kebersihan diri, atau menarik diri dari lingkup sosial.
“Kalau sudah tidak bisa menjalankan kehidupan, keseharian kalian, dalam jangka waktu yang cukup lama, kayaknya enggak apa-apa banget untuk pergi ke tenaga profesional,” tutur Isyana.
Membiarkan beban mental yang terlalu berat berlarut-larut sangat disayangkan. Menurut Isyana, kamu jadi tidak bisa menikmati hari-hari yang bisa diisi dengan kegiatan penuh makna.
“Sayang banget karena kehidupan ini seru banget untuk kita eksplor. Kalau sudah merasa kayak nge-freeze, enggak tahu harus apa, enggak apa-apa untuk konsultasi kalau sudah mengganggu sekitar, keseharianmu, dan batinmu,” sambung pelantun "Tetap dalam Jiwa" ini.
Periksa kondisi kesehatan mental secara berkala
Jangan tunggu sampai mental pengaruhi keseharian
Co-founder dan CEO Menjadi Manusia Rhaka Ghanisatria menambahkan, masyarakat tidak perlu menunggu sampai beban mental memengaruhi keseharian.
“Melihat kesehatan mental seharusnya kayak kita rutin ke dokter gigi. Enggak ada salahnya sesekali memeriksa kesehatan mental ke psikolog atau psikiater,” tutur Rhaka.
Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada kondisi mental yang harus diperbaiki, tetapi kamu mungkin belum menyadarinya.
Hal ini sama dengan melakukan pencegahan sejak awal agar kondisi mental tidak semakin memburuk.