Pacu Hilirisasi Aluminium, Inalum Gandeng Investor Global Offtake Proyek Smelter 2

Inalum Teken HoA dengan Vitol
Inalum Teken HoA dengan Vitol

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) tengah menggenjot 3 langkah aksi korporasi besar, dalam rangka pengembangan hilirisasi industri aluminium nasional.

Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama mengungkapkan, ketiga langkah tersebut antara lain yakni optimalisasi Smelter Kuala Tanjung dengan target meningkatkan kapasitas produksi, pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery yang kedua di Kalimantan Barat, dan rencana pembangunan smelter aluminium baru. 

"Langkah pembukaan kerja sama global merupakan kesatuan ikhtiar MIND ID, agar dapat memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi ekonomi Indonesia," kata Pria dalam keterangannya, Jumat, 26 September 2025.

Inalum dan Vitol Teken Kerja Sama Hilirisasi Aluminium di World Expo 2025 Osaka

Inalum dan Vitol Teken Kerja Sama Hilirisasi Aluminium di World Expo 2025 Osaka

Dia meyakini, semakin banyak investor global yang ikut berkontribusi dalam pengembangan hilirisasi mineral, maka akan semakin besar manfaat ekonomi yang diterima Indonesia. Baik dalam hal penyerapan tenaga kerja maupun nilai tambah ekonomi yang tercipta di masa depan.

"Industri pertambangan mineral indonesia memiliki potensi pengembangan yang besar. Kami berupaya memastikan agar dampak hilirisasi aluminium yang dihasilkan dapat lebih optimal, dan mampu menjawab harapan yang dimandatkan oleh pemerintah, yakni menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Guna mendukung upaya tersebut, Inalum pun meneken Heads of Agreement (HoA) terkait dengan offtake proyek smelter 2, dengan perusahaan energi dan komoditas asal Rotterdam, Belanda, bernama Vitol di Expo 2025 Osaka, Jepang.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita menambahkan, pihaknya juga melakukan penguatan kerjasama global strategis dengan Tiberius dan Panasonic mengenai pengembangan pasar aluminium Indonesia di Jepang.

Melati menyebut, potensi hilirisasi aluminium di Indonesia masih sangat tinggi, dan membutuhkan komitmen dari banyak pemangku kepentingan. Karenanya, Inalum pun membuka peluang kepada setiap pihak yang ingin berkolaborasi, dalam pengembangan ekosistem komoditas bauksit-alumina-aluminium di Indonesia.

"Indonesia punya potensi luar biasa di sektor aluminium, apalagi dengan agenda hilirisasi yang sedang digenjot Pemerintah. Bagi Inalum, kerja sama ini bukan semata soal modal. Ada komitmen jangka panjang untuk membangun industri aluminium rendah karbon, mendukung transisi energi bersih, sekaligus membuka lapangan kerja dan pasar baru," ujar Melati.

Sebagai informasi, penandatanganan Head of Agreement antara Inalum dan Vitol dilakukan oleh Melati Sarnita dan Soichiro Kihara, dan disaksikan langsung oleh perwakilan Pemerintah dan mitra internasional. Setelah penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan business matching potensi kolaborasi, dengan semangat keberlanjutan rantai pasok dan industri aluminium Indonesia yang dilakukan bersama Tiberius dan Panasonic.