Strategi Endeavor Buka Akses Pasar hingga Investor Global Bagi Entrepreneur RI

Ilustrasi Startup
Ilustrasi Startup

Ekosistem startup di Indonesia menunjukkan perkembangan dengan iklim yang lebih sehat dan selektif. Setelah melalui berbagai tantangan, kini pelaku usaha semakin fokus pada fundamental bisnis dan kolaborasi strategis demi keberlanjutan.

Monika Rudijono, Managing Director Endeavor Indonesia, menjelaskan, Sinergi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci demi menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan. Mendukung visi tersebut, Endeavor pun menunjuk tiga tokoh dari berbagai latar belakang dengan rekam jejak gemilang sebagai board member terbarunya

Mereka adalah Arsjad Rasjid – Presiden Direktur Indika Energy, Jacqueline Poh – CEO JTC Corporation, Achmad Zaky – Founding Partner Init 6. Kehadiran mereka semakin memperkuat komitmen Endeavor Indonesia untuk melahirkan lebih banyak high-impact entrepreneurs yang mampu memberikan dampak luas hingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Indonesia kini masih menjadi pemain penting di Asia Tenggara. Para entrepreneur yang mampu melewati masa sulit menunjukan mentalitas tahan banting dan kesiapan menghadapi tantangan global. Sebagai komunitas, Endeavor konsisten mendampingi para wirausaha berdampak lewat koneksi ke komunitas sesama entrepreneur yang solid dan buka akses ke pasar hingga investor global,” ujar Monika dikutip dari keterangannya, Rabu, 22 Oktober 2025.

Arsjad Rasjid.

“Keberadaan board dari berbagai latar belakang akan memberi perspektif global dan memperkuat ekosistem kewirausahaan di Indonesia agar semakin relevan dan kompetitif di kancah internasional,” tambahnya.

Board Endeavor Indonesia sendiri mewakili kelompok terkurasi dari para pemimpin bisnis dan wirausahawan lintas industri dan sektor yang berperan dalam membimbing misi serta pertumbuhan organisasi. Ketiga board member akan bergabung bersama 16 board lain.

Beberapa di antaranya seperti Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi, Chief Investment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir, Managing Partner & Co-Founder Asia Partner Nick Nash, Co-Founder & General Partner Alpha JWC Ventures Jefrey Joe, dan President Director Emtek Alvin Sariaatmadja

Sebagai salah satu penggerak utama dunia usaha nasional, Arsjad Rasjid dikenal dengan pengalaman strategisnya dalam membangun jejaring lintas sektor dan mendorong kolaborasi publik–swasta. Saat ini, ia menjabat sebagai Founder & Chairman Sriwijaya Capital, sebuah perusahaan private equity yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia dan Asia Tenggara.

Selain itu, Arsjad juga merupakan anggota Dewan Komisaris PT Indika Energy Tbk, setelah sebelumnya memimpin sebagai Presiden Direktur selama 2007–2025. Di bawah kepemimpinannya, Indika Energy mencatat transformasi besar dengan peningkatan aset hingga tujuh kali lipat, dari Rp 2,78 triliun menjadi Rp 18,28 triliun hanya dalam enam tahun. Ia juga memimpin proses IPO Indika Energy pada 2008 dan mendorong diversifikasi bisnis perusahaan dari batu bara ke sektor masa depan seperti energi terbarukan, kendaraan listrik, logistik, teknologi, serta solusi berbasis alam.

Di luar kiprahnya di sektor korporasi, Arsjad aktif memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui perannya sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021–2025. Di bawah kepemimpinannya, Kadin meluncurkan Peta Jalan Indonesia Emas 2045 dan menyusun whitepaper “Arah Pembangunan dan Kebijakan Ekonomi 2024–2029”. Ia juga berperan sebagai tuan rumah KTT B20 tahun 2022, Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) 2023, serta kini memegang posisi sebagai Ketua Dewan Pengawas Kadin Indonesia dan Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC).

Kehadiran Arsjad di Board Endeavor Indonesia diharapkan memperkuat misi organisasi dalam memperluas dampak wirausaha serta membangun iklim usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Entrepreneur memegang peran penting dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Bersama Endeavor, saya berharap dapat berkontribusi bagi perkembangan kewirausahaan nasional agar memperkuat ekonomi sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemain utama di kawasan dan bagian dari rantai nilai global,” ujar Arsjad.

Endeavor saat ini telah memiliki jaringan entrepreneur yang tersebar di berbagai negara, termasuk SIngapura. Dengan kiprahnya membangun Singapura sebagai pusat inovasi global, Jacqueline Poh hadir di Endeavor Indonesia untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara ekosistem entrepreneur Indonesia dan Singapura, sekaligus dengan para Endeavor Entrepreneur dari Singapura.

Sebagai CEO dari JTC Corporation, perencana utama dan pengembang kawasan industri di Singapura, Jacqueline memimpin pengembangan strategis dan pembentukan ekosistem start-up di JTC LaunchPad yang terletak di one-north — rumah bagi lebih dari 700 start-up serta 30 akselerator dan inkubator. Berlokasi di dalam kawasan one-north, para start-up di LaunchPad bekerja berdampingan dengan pelaku utama di sektor ilmu biomedis, teknologi informasi dan komunikasi, serta media. Sejak tahun 2015, LaunchPad telah mendukung lebih dari 2.400 start-up teknologi dari 15 sektor, dengan total pendanaan yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari S$5,2 miliar.

"Ekosistem kewirausahaan di Indonesia sangat dinamis. Saya antusias untuk membagikan wawasan dari pengembangan ekosistem start-up di Singapura guna mendukung pertumbuhan para wirausaha yang tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga mendorong sosial dan ekonomi," ungkap Jacqueline.

Sebagai figur ikonik di dunia startup Indonesia dan Endeavor Entrepreneur pertama yang duduk di jajaran board, Achmad Zaky akan memperkuat misi Endeavor dari perspektif founder sekaligus investor. Dengan menggabungkan perspektif sebagai founder sekaligus investor, Zaky terus melipatgandakan dampaknya melalui berbagai inisiatif seperti Init 6, Qverse, dan Achmad Zaky Foundation.

Ilustrasi startup.

Ilustrasi startup.

Kehadirannya memastikan para entrepreneur muda mendapat arahan praktis dari pengalaman langsung membangun dan mengembangkan bisnis berskala besar. "Saya merasakan sendiri dukungan Endeavor sejak awal perjalanan. Kini sebagai board, saya berharap dapat memberikan kembali dan membantu lebih banyak founder yang bukan hanya sukses secara bisnis, tetapi juga mampu memberi dampak lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Zaky.

Sejak tahun 2012, Endeavor Indonesia telah menjadi garda depan dalam mendukung pengusaha berdampak tinggi (high-impact entrepreneurs) dengan jaringan global yang mencakup lebih dari 45 negara. Lewat jaringan yang kuat antara para pengusaha, mentor, dan pemimpin industri, Endeavor terus membina para high-impact entrepreneur yang senantiasa memiliki ide inovatif, menciptakan peluang kerja, serta memberikan dampak sosial yang mendalam dengan meningkatkan standar hidup komunitas sekitar.