Incar Hilirisasi Aluminium hingga Data Center, UEA Bakal Tambah Investasi di RI
Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Mohamed Al Mazrouei mengatakan, pihaknya bakal meningkatkan investasi di Indonesia pada sejumlah sektor.
Hal itu diutarakannya dalam pertemuannya dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani di Jakarta pada Rabu kemarin.
"Kami memiliki aspirasi dan impian untuk meningkatkan jumlah investasi dan mendatangkan investasi baru," kata Suhail, dikutip Kamis, 20 November 2025.
Aluminium batangan
Beberapa potensi investasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah investasi di bidang hilirisasi aluminium, infrastruktur, dan pusat data (data center).
Pada bidang hilirisasi aluminium, Rosan menawarkan potensi investasi alumina di Kalimantan Barat. Sementara di bidang infrastruktur, Suhail menilai infrastruktur Indonesia membutuhkan banyak investasi.
Untuk itu, UEA menurutnya akan sangat senang untuk bisa berkontribusi dan menjadi mitra dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sementara terkait investasi pusat data, Suhail menilai bidang tersebut sangat penting bagi manufaktur di masa depan, terutama bagi kaum muda.
"Mereka menggunakan banyak data dan akan terus menggunakannya seiring dengan semakin banyaknya penerapan AI di industri, pendidikan, layanan kesehatan, dan lainnya," kata Suhail.
Data center Google.
Sebagai sebuah negara yang besar, Indonesia menurutnya memiliki potensi besar dalam sumber daya manusianya. Masyarakat Indonesia akan dapat berinovasi jika memiliki energi dan teknologi.
Oleh karena itu, UEA percaya pada kemajuan sumber daya manusia di Indonesia dan menyatakan akan berinvestasi di beberapa area kolaborasi yang dapat dilirik oleh perusahaan dari negara tersebut.
Potensi investasi yang dilirik antara lain pada aluminium, pusat data, energi interkoneksi, investasi dalam jaringan listrik dan banyak lagi, kata Suhail.
"Sekarang saatnya bagi perusahaan untuk memastikan bahwa mereka memperoleh situasi yang saling menguntungkan dan semoga kita dapat melihat lebih banyak kemitraan di masa mendatang antara Indonesia dan UEA," ujar Suhail.
Saat ditanya tentang kemungkinan investasi bersama Danantara, Suhail mengatakan bahwa beberapa lembaga dana investasi UEA telah melakukan investasi di Indonesia. Namun, dia tidak menutup kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan Danantara di masa mendatang, saat kedua pihak menemukan area kolaborasi baru.
"Ada potensi, beri kami waktu, dan insya Allah kami akan melakukannya," ujarnya.