KSAD Maruli Ingin Budayakan Judo untuk Prajurit TNI AD

judo, Maruli Simanjuntak, Asian Cadet and Junior Judo Championship 2025, KSAD Maruli Ingin Budayakan Judo untuk Prajurit TNI AD

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekaligus Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengaku ingin membudayakan olahraga judo di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD).

Namun, ia menegaskan tidak ada kewajiban bagi prajurit untuk menekuni olahraga bela diri asal Jepang tersebut.

“Jadi kita juga akan coba membudayakan judo ini di Angkatan Darat. Tapi memang saya tidak memaksa mereka untuk harus judo. Jadi kebetulan siapa yang mau, siapa yang bisa ikut ya silakan," kata Maruli ditemui di Tennis Indoor Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (11/9/2025) malam.

Maruli mengatakan, sejumlah prajurit TNI AD sudah aktif dalam olahraga judo.

Bahkan, tim beregu TNI AD pernah mencatatkan prestasi saat berhadapan dengan tim TNI-Polri.

“Yang tahun kemarin kalau enggak salah itu untuk TNI/Polri kita kelas beregu kita menang juga, TNI Angkatan Darat waktu itu. Bisa menang juga kita," katanya.

Pernyataan itu disampaikan Maruli usai pembukaan Asian Cadet and Junior Judo Championship 2025 yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia.

Ajang internasional itu diikuti 394 atlet dari 22 negara dan mencatatkan rekor jumlah peserta terbanyak dalam sejarah kejuaraan judo cadet dan junior dunia.

judo, Maruli Simanjuntak, Asian Cadet and Junior Judo Championship 2025, KSAD Maruli Ingin Budayakan Judo untuk Prajurit TNI AD

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ditemui di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Menurut Maruli, penyelenggaraan ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi atlet muda, tetapi juga sarana pembelajaran dalam menggelar event olahraga skala internasional serta memperkenalkan Indonesia di mata dunia.

“Sejak dini mereka sudah bermain, sudah sangat bagus. Itu yang sebetulnya ingin kita tunjukkan pada atlet Indonesia, dan juga kita juga ingin memperkenalkan Indonesia di internasional," ujar Maruli.

Selain itu, Maruli berharap kehadiran banyak negara dalam kejuaraan ini dapat memotivasi atlet muda Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi.

Kendati demikian, ia mengakui dukungan pembiayaan masih terbatas sehingga jumlah atlet yang bisa dikirim ke kejuaraan internasional rata-rata hanya 6-7 orang.

“Nanti mudah-mudahan ke depan setelah mereka juga lihat bahwa demikian luar biasanya persiapan-persiapan negara-negara itu dari mulai kadet dan junior ini. Memotivasi atlet-atlet muda kita ke depan. Kita akan usahakan nanti sebanyak mungkin untuk mengirim atlet ke depan," harap jenderal TNI AD bintang empat itu.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.