Putri Karlina Minta Maaf soal Keluhan Abenk Marco: Akui Masih Banyak yang Harus Dibenahi

Dedi Mulyadi, gubernur jawa barat, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, Abenk Marco, Putri Karlina Minta Maaf soal Keluhan Abenk Marco: Akui Masih Banyak yang Harus Dibenahi

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, angkat bicara terkait keluhan Abenk Marco atau Kang Cecep Preman Pensiun yang viral di media sosial. Abenk mengaku kesulitan saat mengurus dokumen perizinan pembangunan masjid di Garut.

Lewat akun Instagram pribadinya pada Senin (8/9/2025), Abenk bercerita dirinya mendatangi Mal Pelayanan Publik (MPP) Garut sekitar pukul 09.20 WIB untuk mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Sebagai informasi, PBG adalah izin resmi bagi pemilik bangunan untuk melakukan aktivitas pembangunan. Sementara SLF merupakan sertifikat yang menegaskan bangunan sudah selesai dikerjakan dan layak digunakan sesuai fungsinya.

Abenk menyebut layanan yang diterimanya di MPP Garut jauh dari memuaskan. Dalam video yang ia unggah, ia menanyakan cara mengetahui perkembangan dokumen tanpa harus datang kembali ke MPP. Namun, petugas justru menyebut satu-satunya cara adalah mendatangi langsung kantor layanan. Video tersebut kemudian viral dan dibagikan ulang oleh sejumlah akun, salah satunya @bandungterkini.

Putri Karlina Tanggapi

Menanggapi hal itu, Putri Karlina meninggalkan komentar di unggahan yang ramai diperbincangkan. Ia meminta maaf karena terlambat mengetahui persoalan tersebut.

"Halo semuanya. Mohon maaf saya baru melihat postingan ini. Mohon maklum tidak setiap saat saya membuka Instagram," tulis Putri, Kamis (11/9/2025), dikutip dari Tribunjabar.id.

Menantu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu menyesalkan pengalaman yang dialami Abenk Marco dan mengakui masih banyak yang perlu dibenahi di Garut.

"Saya menyesalkan terjadinya kejadian tersebut. Betul memang masih banyak yang perlu kami benahi," ujarnya.

Ia juga berterima kasih kepada Abenk karena sudah memberikan masukan nyata soal kondisi pelayanan publik di lapangan.

"Terima kasih kepada kang Abeng Marco yang sudah memberikan gambaran nyata di lapangan. Secepatnya segera kami perbaiki. Terima kasih," ucapnya.

Putri bahkan menggelar siaran langsung di Instagram untuk membicarakan masalah itu bersama instansi terkait. Ia menyebutkan sedang membahas penentuan harga konsultan PBG, pembuatan hotline MPP, hingga memastikan tidak ada lagi kekosongan kursi petugas pada jam pelayanan.

Respons Dedi Mulyadi

Tak hanya Putri, Dedi Mulyadi juga menanggapi. Lewat akun Instagram pribadinya pada Kamis (11/9/2025), ia mengunggah ulang video keluhan Abenk Marco.

"Mohon maaf untuk Kang @abenk_marco atas ketidaknyamanannya," tulis Dedi.

Ia turut menandai Bupati Garut Syakur Amin dan Wakil Bupati Putri Karlina.

"Saya yakin bapak Bupati Garut @syakuramin dan Ibu Wakil Bupati Garut @putri.karlina14 peka melihat dan menyelesaikan peristiwa ini. Hatur nuhun," tambahnya.

Keluhan Abenk Marco

Dalam unggahannya, Abenk Marco menegaskan betapa rumitnya proses izin PBG dan SLF untuk masjid wakaf yang ia bangun di Kampung Mojang, Desa Kukakarya, Kecamatan Samarang, Garut.

"Betapa sulit dan susahnya mengurus perizinan PBG dan SLF untuk masjid waqaf yang dibangun di atas tanah waqaf di kabupaten Garut," tulisnya.

Menurutnya, lokasi pembangunan itu sempat didatangi Satpol PP Garut dan sebuah LSM. Mereka menegaskan pembangunan masjid tetap harus mengantongi izin resmi.

"Yang di mana lokasi kami sudah didatangi oleh @satpolppgarut (cctv dan surat perintah ada) dan salah satu LSM (cctv dan surat dari LSM ada) yang mengharuskan membuat masjid waqaf harus ada izin PBG dan SLF," ungkapnya.

Ia merasa kecewa karena meski sudah beritikad mengikuti aturan, justru layanan publik yang diterimanya buruk.

"Akan tetapi di luar ekspektasi ternyata begitu buruknya pelayanan publik di Kabupaten Garut, mulai dari sistem sampai para petugas outlet/counter dinas PUPR yang jauh dari profesional," lanjutnya.

Abenk berharap pemerintah Garut segera melakukan perbaikan agar masyarakat lebih mudah mengurus kebutuhan publik.

"Semoga Kabupaten Garut ke depan dapat mewujudkan reformasi birokrasi yang lebih memudahkan masyarakat untuk mengurus kepentingan rakyat," tulisnya.

Ia pun meminta Bupati Garut menaruh perhatian serius pada kualitas pelayanan di berbagai sektor.

"Baik sektor kesehatan, perizinan, dan sektor lainnya, agar supaya fungsi pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Garut lebih baik ke depan," pungkas Abenk Marco.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Respons Putri Karlina soal Curhatan Cecep "Preman Pensiun" Susah Urus Izin Masjid: Kami Perbaiki

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.