Solar Mahal, Auto2000 Akui Banyak yang Tunda Beli Fortuner dan Innova
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar nonsubsidi sempat memengaruhi minat konsumen terhadap mobil diesel modern.
Kondisi ini dirasakan jaringan diler Toyota Auto2000, terutama pada model-model yang selama ini menjadi andalan seperti Toyota Kijang Innova Diesel dan Fortuner Diesel.
Chief Executive Officer (CEO) Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengatakan, dampak yang terjadi bukan berupa pembatalan pembelian secara masif, melainkan konsumen memilih menunda keputusan atau beralih ke model lain yang dianggap lebih efisien.
"Bulan lalu ya, terutama kita dengar banyak konsumen, mungkin bahasanya bukan dibilang batal ya. Jadi ada konsumen yang ganti," kata Anton di Jakarta, belum lama ini.
Toyota Innova Reborn
Menurut dia, sebagian konsumen yang sebelumnya telah melakukan pemesanan kendaraan diesel akhirnya mengalihkan pilihan ke model hybrid.
"Jadi awalnya SPK yang diesel ganti ke hybrid. Misalnya Zenix Hybrid, ada yang ke Veloz Hybrid. Ada juga yang menunda," ujarnya.
Anton menjelaskan, dari sisi diler, fenomena tersebut lebih tepat disebut sebagai penundaan pembelian dibandingkan penurunan minat permanen terhadap mobil diesel.
"Jadi mungkin banyak berita-berita cancel atau drop. Kalau saya dari sisi dalam, menurunnya itu karena menunda. Karena kenapa? Pencinta diesel adalah pencinta diesel," kata Anton.
Toyota Innova Zenix Hybrid
Basis Penggemar
Menurut dia, segmen mobil diesel masih memiliki basis penggemar yang kuat, terutama di wilayah yang membutuhkan kendaraan tangguh dengan torsi besar dan efisiensi bahan bakar untuk perjalanan jarak jauh.
"Tapi pencinta diesel adalah pencinta diesel. Dan itu cukup banyak terutama di
Jawa Timur, di Sumatera, pencinta diesel dan penggerak belakang itu masih sangat banyak," ujarnya.
Konsumen, lanjut Anton, saat ini cenderung menunggu perkembangan harga BBM diesel sebelum memutuskan membeli kendaraan baru.
"Apa yang mereka lihat sekarang adalah mereka mau melihat dulu harga solar atau Pertamina Dex (Pertadex) terutama. Pertadex itu akan mengarah ke mana," kata Anton.
Ilustrasi SPBU Pertamina, harga BBM Pertamina terbaru, harga BBM hari ini.
Harga Solar
Meski demikian, kondisi pasar mulai menunjukkan sinyal positif. Per 1 Juni 2026, PT Pertamina (Persero) kembali menurunkan harga BBM diesel non subsidi.
Harga Dexlite turun dari Rp 26.000 per liter menjadi Rp 23.000 per liter. Sementara itu, harga Pertamina Dex juga mengalami penurunan dari Rp 27.900 per liter menjadi Rp 24.800 per liter untuk wilayah Jabodetabek.
Penurunan harga ini diharapkan dapat meningkatkan kembali minat konsumen terhadap mobil diesel, terutama yang sebelumnya memilih menunda pembelian sambil menunggu perkembangan harga BBM.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang