Waspada Masking, Tanda Seseorang Ingin Bunuh Diri yang Jarang Disadari
Ada satu tanda seseorang ingin bunuh diri yang sering luput dari perhatian orang-orang yaitu masking.
“Ini suka luput dari pandangan orang-orang. Orang yang ingin bunuh diri terkadang pintar menutup-nutupi, pintar masking,” kata psikolog Clement Eko Prasetio, M.Psi. yang berpraktik di Indopsycare, Senin (8/9/2025).
Cara mengetahui seseorang masking
Perhatikan nada bicaranya
Masking adalah tanda seseorang ingin bunuh diri yang jarang disadari. Psikolog menjelaskan bagaimana mengenalinya dan langkah yang bisa dilakukan.
Ketika mencurigai seseorang sedang berpura-pura menutupi perasaan sebenarnya, cobalah menyadari obrolan dengan mereka selama satu sampai dua bulan ke belakang.
Perhatikan apakah perkataan yang orang tersebut tuturkan selalu hal-hal yang baik saja, tetapi nada bicaranya sedih. Ini perlu diwaspadai karena ada kemungkinan mereka hanya berpura-pura.
“Kalau dia masking, kita sebenarnya perlu tanya ke dia, ‘Apakah kamu sedang menutupi sesuatu? Apakah kamu lagi ada emosi yang sedih banget atau berat banget, yang sulit untuk diceritain?’,” kata Clement.
Menurutnya, orang yang tidak ingin mengungkapkan terlalu banyak harus lebih diwaspadai.
Hal itu meskipun mereka yang lebih terbuka mengatakan ingin bunuh diri, merasa sangat sedih, menunjukkan raut wajah yang tidak bahagia, nada bicara yang sedih, dan isi pembicaraan, juga perlu diwaspadai.
“Yang lebih bahaya ketika dia sering-sering masking. Jadi dia cerita yang senang-senangnya saja, tapi cerita kesedihannya kok kayaknya tidak pernah diceritakan,” kata Clement.
Tanda seseorang ingin bunuh diri lainnya
Masking adalah tanda seseorang ingin bunuh diri yang jarang disadari. Psikolog menjelaskan bagaimana mengenalinya dan langkah yang bisa dilakukan.
Sementara itu, tanda-tanda lainnya yang menunjukkan bahwa seseorang berpotensi ingin bunuh diri mencakup sering mengatakan ingin bunuh diri, semakin menarik diri dari lingkungan sekitar, mengalami perubahan emosi, dan menyakiti diri sendiri.
Terkait pernyataan ingin bunuh diri, hal ini tidak hanya berlaku pada kalimat verbal yang dituturkan secara langsung.
Semua bentuk perkataan ingin bunuh diri perlu diwaspadai, seperti menuliskannya di media sosial atau dalam bentuk metafora.
Sementara itu, terkait menarik diri, hal ini bisa terlihat ketika seseorang sebelumnya senang bergaul dan bercanda dengan teman-temannya, tetapi menjadi semakin malas untuk diajak keluar atau bercand, sehingga lambat laun ia mulai tidak ada kabar.
Selanjutnya, ada pula perubahan emosi dari yang sebelumnya ceria menjadi lebih sering murung, dan menyakiti diri sendiri dalam bentuk apa pun, termasuk cutting dan sengaja tidak makan.
Catatan:
Depresi bukanlah hal sepele. Jika mempunyai tendesi bunuh diri atau butuh teman curhat, hubungilah beberapa kontak di Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh. Jika semakin parah, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, dan klinik kesehatan jiwa.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.