Mencegah GERD Kambuh Saat Mudik, Hindari 4 Kebiasaan Ini
Asam lambung dapat meningkat saat perjalanan mudik tanpa disadari, terutama ketika pola makan berubah dan aktivitas menjadi lebih padat.
Dalam kondisi tersebut, penderita gastroesophageal reflux disease (GERD) perlu lebih waspada, karena sejumlah kebiasaan selama perjalanan dapat memicu naiknya asam lambung.
“Saat dalam perjalanan, kondisi GERD dapat dipicu oleh berbagai faktor,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah, dr. Hasan Maulahela, Sp.PD, Subsp. G.E.H. (K) dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Faktor-faktor ini sering kali terjadi tanpa disadari dan sebaiknya dihindari agar kondisi lambung tetap terjaga selama perjalanan.
Pemicu GERD Kambuh Saat Mudik
1. Makan Terburu-buru
Saat berada di perjalanan, tidak sedikit orang makan dengan terburu-buru, baik saat sahur maupun berbuka.
Keterbatasan waktu atau kondisi perjalanan sering membuat seseorang makan tanpa memperhatikan cara makan yang tepat.
Padahal, kebiasaan ini dapat mengganggu proses pencernaan dan memicu naiknya asam lambung.
Selain itu, makan dengan cepat juga membuat udara lebih banyak masuk ke dalam saluran cerna sehingga dapat menimbulkan rasa kembung dan memperparah gejala GERD.
Oleh sebab itu, kebiasaan makan terburu-buru sebaiknya dihindari agar kondisi lambung tetap terjaga selama perjalanan.
2. Konsumsi Makanan Pemicu
Jenis makanan yang dikonsumsi saat perjalanan juga berpengaruh terhadap kondisi GERD.
Pilihan makanan yang terbatas di perjalanan sering kali membuat seseorang mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, pedas, atau minuman berkafein.
Padahal, jenis makanan tersebut dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu refluks.
“Mengonsumsi makanan pedas, berlemak, atau minuman berkafein berlebihan dapat memicu GERD,” kata dr. Hasan.
Selain itu, pola makan yang tidak teratur, seperti makan terlalu banyak sekaligus atau justru terlambat makan, juga dapat memperburuk kondisi.
Untuk itu, penting menghindari makanan pemicu agar asam lambung tetap terkontrol selama perjalanan.
3. Duduk Terlalu Lama
Perjalanan mudik yang panjang, baik menggunakan mobil, bus, maupun pesawat, membuat seseorang harus duduk dalam waktu lama.
Posisi ini dapat memberikan tekanan pada area perut sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.
“Posisi duduk terlalu lama dapat menyebabkan tekanan pada perut sehingga mendorong asam lambung naik,” ujar dr. Hasan.
Posisi duduk yang kurang tepat, seperti membungkuk, juga dapat memperparah kondisi.
Duduk terlalu lama tanpa jeda juga sebaiknya dihindari dengan sesekali berdiri, berjalan ringan, atau mengubah posisi tubuh selama perjalanan.
4. Kurang Istirahaat saat Perjalanan
Selain faktor fisik, kondisi psikologis juga dapat memengaruhi kekambuhan GERD. Perjalanan mudik yang panjang, kemacetan, serta kurangnya waktu istirahat dapat memicu stres dan kelelahan.
Kondisi ini dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperburuk gejala yang dirasakan.
Selain itu, kurang tidur selama perjalanan juga dapat membuat tubuh lebih sensitif terhadap berbagai gangguan pencernaan.
Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap rileks dan cukup beristirahat.
Menghindari berbagai kebiasaan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi lambung tetap stabil selama perjalanan mudik.
Dengan demikian, perjalanan dapat dijalani dengan lebih nyaman tanpa khawatir gejala GERD akan muncul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang