Ucapan Kontroversial Menkeu Purbaya Bikin Gaduh, Ekonom Peringatkan Hal ini
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memiliki pekerjaan rumah untuk membereskan persoalan ekonomi di Indonesia.
Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai, Purbaya seharusnya menjaga komunikasi publik.
Pasalnya, Menteri Keuangan merupakan wajah fiskal atau Keuangan Indonesia di mata dunia.
“Setiap kata harus menenangkan publik dan meyakinkan pasar, bukan menciptakan kegaduhan baru,” tutur Achmad di Jakarta, Selasa (9/9).
Achmad juga menyebutkan, Purbaya perlu membuka ruang dialog dengan publik. Kritik adalah masukan, bukan gangguan.
“Seorang Menkeu harus menunjukkan telinga yang peka, bukan hanya mulut yang lantan,” jelas Achmad yang juga ekonom dari UPN Veteran Jakarta ini.
Ia menambahkan, Purbaya perlu membangun kredibilitas fiskal yang baik. Lalu, APBN harus dikelola dengan disiplin, transparan, dan berorientasi jangka panjang.
“Target pertumbuhan tinggi tak boleh mengorbankan keseimbangan fiskal,” jelas Achmad.
Tak hanya itu, Purbaya juga dituntut membumikan visi Presiden RI, Prabowo Subianto, melalui program nyata.
Sementara itu, belanja produktif harus diperluas, reformasi birokrasi dipercepat, dan hambatan investasi dipangkas.
“Sinergi dengan kebijakan moneter juga penting agar ekspansi fiskal tidak memicu inflasi,” tutur Achmad.
Achmad berharap, Purbaya tidak meremehkan kritik publik. Sebab, suara masyarakat adalah fondasi demokrasi.
Ia meminta Purbaya jangan terjebak dalam retorika tanpa strategi, karena publik sudah kenyang dengan janji.
“Yang dibutuhkan adalah roadmap detail dengan indikator yang terukur,” papar Achmad.
Purbaya kini berada di persimpangan. Apakah ia akan menjadi ekonom dengan retorika optimistis yang kontroversial, atau pemimpin fiskal yang kredibel dan mampu mengeksekusi visi Prabowo.
“Jika ia mampu menahan diri, mendengar publik, menjaga kredibilitas fiskal, dan mengeksekusi strategi dengan cermat, pertumbuhan 8 persen bukan mustahil,” tutur Achmad. (knu)