Pertamina Disebut Purbaya Malas Bikin Kilang Baru, Dirut Respons Begini
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri memberikan respons terakit teguran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebutkan bahwa pihaknya malas bikin kilang baru.
Menurut dia, soal pembangunan kilang sebagai masukan berharga untuk mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional.
“Kemarin kami sempat mendengar Pak Menteri Keuangan menyampaikan bahwa tidak banyak kilang yang dibangun, tentunya itu menjadi masukan berharga buat kami,” ucap Simon pada acara ‘Indonesia Langgas Berenergi’ di Jakarta, dikutip Rabu, 8 Oktober 2025.
Simon menjabarkan, sejak 2019 hingga 2025, salah satu proyek kilang yang menuai perhatian Pertamina adalah proyek Refinery Development Master Plan RDMP Balikpapan.
Proyek tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan merupakan pengembangan kilang minyak dan petrokimia di Balikpapan. Simon berupaya agar pada 10 November, RDMP Balikpapan dapat berproduksi.
“Kami mendorong dalam waktu dekat ini, mudah-mudahan di bulan November, 10 November, kami akan mulai on stream proyek RDMP Balikpapan,” kata dia.
Pertamina operasikan kilang BBM dari Timur hingga Barat Indonesia
Proyek RDMP Balikpapan ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan, menghasilkan produk berkualitas tinggi setara standar Euro 5, dan mengurangi ketergantungan impor BBM.
“Ini sangat luar biasa, karena itu adalah PR dari kami. Kami harus terus memperbaiki diri dan mengembangkan kilang supaya bisa mencapai produksi yang performa yang terbaik,” ujar Simon.
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya meminta PT Pertamina (Persero) untuk membangun kilang minyak baru dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (30/9). Pembangunan kilang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor, yang pada akhirnya bakal menekan anggaran subsidi energi.
Purbaya pun mengatakan akan turut ambil bagian dalam mengawasi proses berjalannya proyek-proyek yang diusulkan oleh Pertamina. Dengan demikian, diharapkan ada timbal balik dari Pertamina dalam memperkuat kemandirian energi nasional.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Balai Kota DKI Jakarta
“Jadi, saya bukan juru bayar saja. Saya akan masuk dan melihat mereka menjalankan atau tidak proyek-proyek yang diusulkan,” ujar dia.
Dia pun meminta bantuan Komisi XI DPR untuk menyampaikan kepada Danantara, agar mereka mendorong Pertamina untuk membangun kilang minyak baru di Tanah Air. Sehingga, dengan itu diharapkan Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor BBM.
"Jadi bapak tolong kontrol mereka juga. Dari saya kontrol, dari bapak-bapak juga kontrol, karena kita rugi besar. Jadi kilang itu bukan kita enggak bisa bikin proyeknya, cuma Pertamina malas-malasan saja," ujarnya. (Ant)