Kenali Risiko Masalah Kulit yang Muncul Akibat Banyak Berkeringat Saat Nge-Gym

Ilustrasi nge-gym
Ilustrasi nge-gym

 Olahraga di pusat kebugaran atau gym kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Aktivitas fisik dengan intensitas tinggi dinilai mampu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan massa otot, hingga membantu menjaga kesehatan mental. Namun di balik manfaat tersebut, ada persoalan lain yang kerap dialami para pecinta olahraga, yakni masalah kulit akibat produksi keringat berlebih.

Saat tubuh berkeringat dalam jumlah banyak, kulit menjadi lebih lembap dan rentan mengalami gangguan. Kondisi ini dapat memicu munculnya jerawat, iritasi, ruam kemerahan, hingga penyumbatan pori-pori. Risiko tersebut semakin tinggi apabila seseorang menggunakan makeup tebal saat olahraga, jarang membersihkan wajah, atau membiarkan keringat menempel terlalu lama di kulit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masalah kulit akibat keringat juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman ketika berolahraga. Tidak sedikit orang yang akhirnya merasa kurang percaya diri atau bahkan ragu untuk tetap aktif berolahraga karena kondisi kulit yang memburuk.

“Berolahraga sangat tinggi itu juga ada faktor-faktor ketidaknyamanan. Pada saat lagi berkeringat banyak atau lagi punya jerawat yang aktif, itu juga akhirnya membuat ragu-ragu untuk olahraga," ujar Pandu Brodjonegoro, Marketing Director L’Oréal Dermatological Beauty, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 25 Mei 2026.

Kondisi tersebut dinilai cukup umum terjadi, terutama pada individu dengan kulit berminyak atau mudah berjerawat. Saat tubuh bergerak aktif, produksi minyak alami kulit meningkat dan bercampur dengan keringat serta debu yang menempel di permukaan kulit. Kombinasi inilah yang kemudian dapat menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat.

“Berdasarkan journal penelitian dari Medical Journal dikatakan bahwa keringat itu adalah salah satu penyebab utama munculnya jerawat karena pada saat berkeringat, bercampur dengan minyak, bercampur dengan kotoran," kata Pandu.

Secara dermatologis, penyumbatan pori-pori akibat campuran minyak, sel kulit mati, dan kotoran dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Apabila tidak segera dibersihkan, kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan yang membuat kulit semakin sensitif dan memunculkan jerawat aktif, terutama di area wajah, punggung, dan dada.

Karena itu, menjaga kesehatan kulit saat rutin berolahraga menjadi hal penting. Penggunaan skincare yang tepat sebelum dan sesudah latihan dapat membantu melindungi kulit dari dampak buruk produksi keringat berlebih. 

Salah satu langkah dasar yang disarankan ialah menggunakan moisturizer ringan untuk menjaga skin barrier tetap sehat serta sunscreen dengan formula non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori saat beraktivitas.

“Aktivitas fisik intensitas tinggi seperti Hyrox dapat memicu peningkatan produksi keringat maupun sebum berlebih yang dapat menyumbat pori-pori dan bisa menimbulkan jerawat bila tidak ditangani dengan baik. Salah satu produk unggulan kami, La Roche-Posay, Effaclar Duo+M, bisa menjadi solusi esensial dengan keunggulan kandungan Salicylic Acid, LHA, dan Niacinamide, yang bekerja secara sinergis untuk membersihkan pori-pori secara mendalam, melawan jerawat bahkan sebelum muncul, dan menjaga tekstur kulit tetap halus," jelas Pandu.

Kandungan seperti salicylic acid dikenal membantu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori, sementara niacinamide dapat membantu meredakan kemerahan sekaligus menjaga kondisi skin barrier. Penggunaan produk perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulit juga dinilai penting bagi mereka yang aktif menjalani olahraga intensitas tinggi.

Perhatian terhadap kesehatan kulit dalam dunia olahraga kini juga semakin meningkat. Hal itu terlihat dari hadirnya kolaborasi antara brand dermatologis La Roche-Posay dengan komunitas kebugaran modern BUNKR. Salah satunya melalui pembukaan ruang pelatihan fungsional BUNKR di Jakarta yang dirancang untuk olahraga kompetitif seperti Hyrox.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“BUNKR lahir dari kebutuhan nyata yang kami lihat di komunitas sports and wellness Jakarta. Orang-orang ingin berolahraga dengan goal yang pasti, bukan sekadar mencari rutinitas. Kami membangun ruang di mana pelatihan yang terstruktur, pemulihan, dan komunitas berjalan bersama dalam satu ekosistem,” jelas Natasha Pardede, Direktur Utama BUNKR.

Kesadaran akan pentingnya kesehatan kulit di tengah gaya hidup aktif pun dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup. Permasalahan kulit bukan hanya soal penampilan, tetapi juga dapat mempengaruhi rasa percaya diri dan kenyamanan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk saat berolahraga.