Dihajar Mali 0-3, Rahmat Arjuna Ungkap Masalah Serius di Timnas U-23

Indonesia U-23 Dibombardir Mali 0-3
Indonesia U-23 Dibombardir Mali 0-3

 Kekalahan 0-3 dari Mali U-23 kembali menjadi alarm keras bagi Timnas Indonesia U-23. Selain menunjukkan rapuhnya lini belakang dan mandulnya penyelesaian akhir, laga uji coba di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu malam 15 November 2025 itu juga memunculkan evaluasi penting dari salah satu pemain muda andalan Garuda Muda, Rahmat Arjuna.

Dalam pertandingan tersebut, winger bernomor punggung 10 itu ikut tampil sebelum akhirnya ditarik keluar karena cedera di babak kedua. Ia mengakui bahwa hasil pertandingan memang tidak memihak, tetapi menilai tim tetap layak diapresiasi. Menurutnya, para pemain sudah tampil bekerja keras meski akhirnya harus kebobolan tiga gol.

“Kalau dari saya, seperti yang Coach Indra bilang, kita main agak bagus, namun kalah tiga gol. Tapi teman-teman sudah bekerja keras. Kita akan memperbaiki yang kurang dan mempertahankan yang bagus,” ucap Arjuna dalam sesi jumpa pers usai laga dikutip dari Kita Garuda.

Arjuna menegaskan bahwa meski ada perbedaan kualitas antara kedua tim, hal itu tidak bisa dijadikan alasan. Fokus skuad muda Merah Putih kini, sambung Arjuna, adalah memperbaiki detail kecil yang membuat permainan Indonesia tidak berkembang maksimal. Latihan-latihan berikutnya disebut akan menjadi kesempatan untuk membenahi titik-titik lemah tersebut.

“Jadi mungkin besok atau latihan-latihan setelah ini, kita akan memperbaikinya,” ungkap pemain kelahiran Bulukumba, 30 April 2004 itu.

Dibombardir Sejak Awal

Dalam jalannya pertandingan, Mali menunjukkan agresivitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Tekanan mereka langsung membuahkan hasil pada menit kelima ketika Selou Doucoure menanduk bola dan membuka skor. Situasi itu membuat Indonesia berada dalam tekanan mental lebih cepat dari yang diperkirakan.

Sempat memperoleh sejumlah peluang melalui Mauro Zijlstra, Rafael Struick, hingga Arjuna sendiri, Indonesia tetap gagal mencetak gol. Buruknya penyelesaian akhir menjadi masalah serius.

Mali kembali menambah keunggulan pada menit 35 lewat aksi individu Wilson Samake yang melewati beberapa pemain bertahan Indonesia sebelum menceploskan bola. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo permainan Indonesia meningkat. Indra Sjafri memasukkan Wigi Pratama menggantikan Arjuna yang cedera. Meski lebih agresif, upaya menembus pertahanan Mali tetap menemui jalan buntu. Peluang terbaik datang dari tendangan bebas Dony Tri pada menit 55, tetapi bola masih melambung.

Di sisi lain, Mali masih terus mengancam lewat serangan balik cepat. Peluang Sekou Kone pada menit 73 sempat membuat jantung lini belakang Indonesia berdegup sebelum akhirnya ditepis oleh Cahya Supriadi.

Petaka terakhir datang di masa injury time. Kesalahan koordinasi kembali terjadi, memberi ruang bagi Moulaye Haidara untuk mencetak gol ketiga Mali dan menutup laga dengan skor 0-3.

Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dievaluasi Indra Sjafri dan staf pelatih, terutama mengingat kedua tim akan kembali berjumpa pada 18 November 2025 di tempat yang sama.

Arjuna berharap laga kedua nanti dapat menjadi kesempatan menunjukkan perkembangan. Baginya, pertandingan uji coba seperti ini adalah momentum penting untuk memoles kekurangan sebelum melangkah ke agenda internasional berikutnya.

Susunan Pemain

Indonesia U-23: Cahya Supriadi; Frengky Missa, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Dony Tri Pamungkas; Ananda Raehan, Ivar Jenner, Raka Cahyana; Mauro Zijlstra, Rafael Struick, Rahmat Arjuna.

Mali U-23: Bourama Kone; Isiaka Soukouna, Eden Gassama, Sekou Doucoure, Dan Sinate; Hamidou Makalou, Boubakar Dembaga, Moulaye Haidara, Aboubacar Sidibe; Pep Niama Sissoko, Wilson Samake.