Polisi Blak-blakan Ungkap Jurus Lacak Akar Masalah Pemicu Siswa SMAN 72 Ledakan Bom
Polisi mengatakan penyidik tengah memeriksa sejumlah pihak dari lingkungan sekolah, termasuk guru dan siswa yang mengenal F, pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah benar dugaan bullying menjadi salah satu pemicu aksi nekat tersebut.
“Step berikutnya (periksa pihak sekolah termasuk guru dan siswa lain),” kata Budi kepada wartawan, Kamis, 13 November 2025.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto
Selain pihak sekolah, penyidik juga memeriksa ayah dari F untuk menelusuri keseharian pelaku sebelum ledakan terjadi. Diketahui, pelaku selama ini hanya tinggal bersama ayahnya, sementara sang ibu bekerja di luar negeri. Ia menegaskan, penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek teknis ledakan hingga motif sosial di balik aksi tersebut.
"Masih didalami (keterangan ayah pelaku)," katanya.
Sebelumnya diberitakan, siswa berinisial F yang merupakan terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara, ternyata sosok yang tertutup dan jarang bergaul.
Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri menjelaskan, temuan itu diperoleh setelah penyidik memeriksa sebanyak 16 orang saksi. Mereka terdiri dari keluarga, guru, hingga teman sekolah pelaku.
“Dari keterangan yang kami himpun Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang terlibat dikenal pribadi tertutup dan jarang bergaul," kata dia, Selasa, 11 November 2025.
Buntut perbuatannya meledakkan bom di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, siswa berinisial F terancam sejumlah pasal berlapis.
Adapun F ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH) usai penyidik menemukan cukup bukti adanya perbuatan melanggar hukum. Hal itu diungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imannudin.
“Terdapat dugaan ada perbuatan melawan hukum yang patut diduga melanggar norma hukum,” kata Iman saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 11 November 2025.
Sebagai informasi, kejadian ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta saat melaksanakan shalat Jumat. Akibat kejadian ini, puluhan siswa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.