3 Penyebab Gen Z Merasa Tua di Usia Muda Menurut Psikolog

Gen Z, generasi Z, tua di usia muda, gen z merasa tua, penyebab gen z merasa tua, merasa tua di usia muda, 3 Penyebab Gen Z Merasa Tua di Usia Muda Menurut Psikolog

Fenomena Gen Z (generasi Z) yang merasa sudah tua meski usianya masih awal 20-an kerap terjadi.

Ungkapan seperti “lelah jadi dewasa”, “umur baru 24 tapi rasanya kayak 40”, hingga candaan tentang burnout yang terasa terlalu nyata, menjadi gambaran keresahan generasi ini.

Menurut psikolog klinis Reti Oktania, M.Psi., Psikolog, fenomena Gen Z yang merasa tua ini bisa terjadi karena beberapa faktor psikososial yang berkaitan dengan fase perkembangan, tekanan sosial, dan gaya hidup.

Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Kenapa Gen Z merasa sudah tua di usia muda?

1. Masih mencari identitas diri

Gen Z, generasi Z, tua di usia muda, gen z merasa tua, penyebab gen z merasa tua, merasa tua di usia muda, 3 Penyebab Gen Z Merasa Tua di Usia Muda Menurut Psikolog

Kenapa Gen Z merasa tua di usia muda? Simak penjelasan psikolog berikut ini.

Reti mengatakan, mayoritas Gen Z saat ini sedang berada di fase quarter life atau masa transisi menuju kedewasaan.

Seperti diketahui, Gen Z adalah mereka yang lahir di tahun 1997-2012 sehingga saat ini Gen Z tengah berusia 13-28 tahun.

Pada masa ini, seseorang biasanya masih dalam proses pencarian jati diri, atau banyak pertanyaan-pertanyaan dalam diri sendiri, seperti, “Siapa aku?”, “Apa yang aku mau dalam hidup?”, dan “Apakah aku cukup berarti?”.

"Ketika identitas belum terbentuk, orang cenderung membandingkan diri dengan standar di luar diri, termasuk dari media sosial. Itulah yang membuat mereka cepat merasa gagal dan kelelahan, namun itu adalah hal yang wajar," jelas Reti kepada Kompas.com, Senin (14/7/2025).

Akibatnya, ketika ada kalanya ekspektasi dan kenyataan hidup tidak selaras, membuat Gen Z merasa lebih tua dari umur mereka sebenarnya karena terbebani eksistensial.

2. Standar hidup dari media sosial

Gen Z, generasi Z, tua di usia muda, gen z merasa tua, penyebab gen z merasa tua, merasa tua di usia muda, 3 Penyebab Gen Z Merasa Tua di Usia Muda Menurut Psikolog

Kenapa Gen Z merasa tua di usia muda? Salah satunya akibat pengaruh media sosial.

Gen Z termasuk generasi yang hidup berdampingan dengan media sosial.

Paparan terhadap pencapaian orang lain, gaya hidup yang tampak sempurna, dan tekanan untuk "selalu terlihat berhasil" bisa membuat mereka merasa tertinggal.

“Di usia muda, mereka sudah merasa harus mencapai banyak hal. Padahal, sebagian dari pencapaian yang mereka lihat belum tentu nyata, tapi tetap menciptakan tekanan psikologis,” jelas Reti.

Perbandingan sosial yang terus-menerus ini dapat memicu stres, kelelahan emosional, dan bahkan krisis eksistensial.

3. Budaya serba instan

Gen Z, generasi Z, tua di usia muda, gen z merasa tua, penyebab gen z merasa tua, merasa tua di usia muda, 3 Penyebab Gen Z Merasa Tua di Usia Muda Menurut Psikolog

Kenapa Gen Z merasa tua di usia muda? Simak penjelasan psikolog berikut ini.

Gaya hidup serba cepat juga jadi faktor lain. Gen Z tumbuh dalam lingkungan yang mengutamakan efisiensi dan kecepatan, dari teknologi, layanan digital, hingga relasi interpersonal.

Sayangnya, kecepatan ini kerap tidak diimbangi dengan jeda emosional yang cukup.

Banyak dari mereka merasa harus terus produktif, tidak boleh gagal, dan akhirnya jarang memberi ruang untuk istirahat mental.

“Padahal manusia butuh waktu untuk mengalami, merenung, dan menyusun ulang langkah. Tanpa itu, hidup jadi terasa seperti kejar-kejaran, dan lelahnya seperti umur 40 padahal masih 24,” kata Reti.

Hidup seimbang untuk Gen Z

Menurut Reti, memiliki koneksi dengan berbagai hal sangat penting untuk menjaga kewarasan diri. Seperti fokus dan menikmati apa yang sedang dijalani dan tidak menilai diri hanya dari pencapaian.

Membentuk identitas yang kuat juga penting agar tidak mudah terombang-ambing oleh standar luar.

Selain itu, penting juga untuk menciptakan ruang makna dalam hidup, misalnya dengan membantu orang lain, aktif di komunitas, atau fokus pada pertumbuhan pribadi, bukan hanya target material.

“Ketika kita tahu siapa diri kita dan apa yang bermakna dalam hidup, kita tidak akan merasa cepat ‘tua’, meskipun hidup tidak selalu mudah,” pungkasnya.