Kurang Kolagen Bisa Memicu Pengapuran Sendi di Usia Muda
Osteoarthritis atau yang sering disebut pengapuran sendi selama ini identik dengan masalah kesehatan yang muncul pada usia lanjut.
Risiko gangguan sendi tersebut umumnya meningkat setelah seseorang memasuki usia 40 tahun akibat proses degeneratif alami pada tubuh. Namun, belakangan kasus osteoarthritis mulai banyak ditemukan pada usia yang lebih muda.
Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi Medis Adrian Setiaji mengatakan, kolagen memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sendi agar tidak mudah mengalami kerusakan.
“Peran kolagen untuk menjaga sendi supaya enggak gampang proses degeneratif. Mungkin sering dengar kalau kasus pengapuran atau osteoarthritis makin banyak dialami usia muda,” kata dr. Adrian dalam Peluncuran Bear Brand Collagen & Vitamin C, di Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Osteoarthritis kini banyak dialami usia di bawah 40 tahun
Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi Medis dr. Adrian Setiaji, Sp.KFR, AIFO-K dalam Peluncuran Bear Brand Collagen & Vitamin C, di Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Menurut dr. Adrian, osteoarthritis seharusnya lebih sering muncul pada usia di atas 40 tahun sebab pada usia tersebut, fungsi sendi dan jaringan tubuh mulai mengalami penurunan.
“Secara teori, pengapuran itu seharusnya terjadi di usia 40 tahun ke atas risikonya baru meningkat. Tapi sekarang di bawah 40 tahun sudah banyak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan pola kesehatan masyarakat yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk gaya hidup dan nutrisi harian.
Salah satu nutrisi yang dinilai penting dalam menjaga kesehatan sendi adalah kolagen tipe 2 yang terdapat pada jaringan sendi.
“Salah satu faktor penyebabnya karena nutrisi, salah satunya kolagen tipe 2 yang ada di sendi,” kata dr. Adrian.
Kolagen tipe 2 berperan membantu menjaga struktur tulang rawan agar tetap kuat dan elastis. Ketika kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi dengan baik, kondisi sendi dapat lebih mudah mengalami kerusakan.
Kekurangan kolagen dapat mempercepat pengapuran sendi
Kesehatan sendi tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas fisik, tetapi juga asupan nutrisi yang diterima tubuh setiap hari.
Kekurangan protein, kolagen, dan mikronutrien tertentu dapat mempercepat proses degeneratif pada sendi.
“Jika nutrisi protein, kolagen, dan mikronutrien lainnya kurang, maka bisa mempercepat terjadinya pengapuran sendi,” ujar dr.Adrian.
Menurut dia, kolagen merupakan bagian penting dalam tubuh manusia karena terdapat di berbagai jaringan, tidak hanya pada kulit. Kolagen juga berfungsi membantu menjaga kekuatan dan struktur tulang serta jaringan penunjang tubuh lainnya.
“Kolagen itu bagian dari tubuh kita, kalau tidak ada kolagen kita tidak bisa hidup. Ini bukan cuma ada di kulit tapi juga di tulang,” tutur dr. Adrian.
Karena itu, menjaga asupan nutrisi yang cukup menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mempertahankan kesehatan sendi dalam jangka panjang.
Selain protein, tubuh juga membutuhkan vitamin dan mineral yang mendukung pembentukan jaringan tubuh secara optimal.
Aktivitas olahraga meningkat, risiko cedera ikut naik
Tren gaya hidup aktif dan olahraga yang semakin meningkat di masyarakat juga diikuti meningkatnya risiko cedera, terutama apabila tubuh tidak mendapatkan pemulihan yang baik.
“Memang sekarang tren olahraga semakin aktif, namun kejadian cederanya juga semakin meningkat. Kolagen ini bisa membantu proses recovery ketika terjadi cedera,” ujarnya.
Proses pemulihan setelah cedera menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi orang yang aktif berolahraga.
Tubuh membutuhkan nutrisi yang cukup untuk membantu memperbaiki jaringan dan menjaga fungsi sendi tetap optimal.
Karena itu, ia menilai menjaga kesehatan sendi perlu dilakukan sejak usia muda melalui pola hidup sehat, olahraga yang terukur, serta memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh agar risiko osteoarthritis dapat ditekan sedini mungkin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang