Mandalika Catat Sejarah, GT World Challenge Asia 2025 Hadirkan Semangat Baru Dunia Balap Indonesia

KOMPAS.com - Akhir pekan ini menjadi momen bersejarah bagi dunia balap Indonesia. Untuk pertama kalinya, Pertamina Mandalika International Circuit menjadi tuan rumah ajang balap mobil internasional GT World Challenge Asia 2025.
Bukan sekadar ajang otomotif, kehadiran event ini menjadi simbol kebangkitan motorsport nasional di mata dunia dengan menghadirkan atmosfer balap internasional yang begitu kental yang berlangsung mulai Jumat (9/5/2025) hingga Minggu (11/5/2025).
Ajang bergengsi ini bukan hanya sekadar kompetisi mobil sport mewah seperti Ferrari, Lamborghini dan Porsche, tapi juga simbol dari kerja keras dan mimpi panjang untuk menjadikan Mandalika sebagai rumah balap dunia.
Dengan menggandeng SRO Motorsport Group, serta kolaborasi erat antara Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), gelaran ini menandai langkah besar Indonesia di panggung motorsport global.
“Para pembalap GT World Challenge Asia memanfaatkan semua sesi khususnya official practice di hari Jumat ini dengan maksimal. Meski pada siang hari berlangsung dalam kondisi hujan, hal ini tidak menurunkan performa terbaiknya meski lintasan basah," ujar Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA melalui rilis yang diterima Kompas.com.
Seperti diketahui sebanyak 34 tim dan 68 pembalap dari 21 negara berlaga di Mandalika. Di tengah nama-nama besar, empat pembalap Indonesia ikut ambil bagian: Andrea Anatra (Lamborghini), Setiawan Santoso (Mercedes-AMG GT3), serta duo Ferrari, David Tjiptobiantoro dan Anderson Tanoto.
Momen bersejarah bagi dunia balap Indonesia, untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang balap mobil internasional GT World Challenge Asia 2025, Pertamina Mandalika International Circuit yang berlangsung mulai Jumat (9/5/2025) hingga Minggu (11/5/2025) mendatang.
Ketatnya persaingan terlihat dari selisih tipis dengan duo Anthony Liu / Dorlan Boccolacci (Phantom Global Racing) dan Jiatong Liang / Danial Frost (Craft-Bamboo Racing). Setiap detik begitu berharga, setiap tikungan bisa jadi penentu.
Selain itu tidak hanya GT World Challenge Asia yang mencuri perhatian, tapi juga berbagai supporting race di bawah payung Mandalika Festival of Speed (MFoS). Event ini menjadi ruang ekspresi sekaligus pembuktian talenta-talenta lokal yang mulai menjejak ke dunia balap profesional.
Keseruan MFoS tak berhenti di sirkuit, sebab di area Deluxe Parking, MGPA menghadirkan Drift Camp dan Drift Kart, tempat pengunjung bisa ikut merasakan denyut motorsport dari balik kemudi.
“Tujuan kami menyelenggarakan MFoS adalah agar para pembalap lokal juga bisa merasakan atmosfer motorsport internasional yang kuat termasuk mewadahi bakat dan prestasi di olahraga balap mobil," ujar Priandhi Satria.
"Mereka bisa belajar mengenai racing management di event internasional sehingga nantinya bisa diaplikasikan di balapan nasional dari berbagai aspek. Selain itu, kami juga berupaya agar penonton bisa mendapatkan pengalaman yang berkesan saat menonton balapan berstandar internasional di Mandalika,” pungkasnya.