FIFA Larang Jersey Haiti karena Dinilai Bermuatan Politik, Ini Bagian yang Disoal
Timnas Haiti terpaksa mengganti jersey yang sedianya akan digunakan pada Piala Dunia 2026 setelah Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menilai sejumlah elemen pada desain seragam tersebut mengandung muatan politik.
Keputusan itu diambil hanya beberapa hari sebelum Haiti memulai kiprahnya pada putaran grup Piala Dunia 2026.
Tim berjuluk Les Grenadiers dijadwalkan menghadapi Skotlandia pada laga pembuka mereka, Sabtu (13/6/2026) mendatang.
Produsen apparel asal Haiti, Saeta, menyatakan pihaknya telah bekerja sama dengan FIFA selama proses peninjauan desain dan bahkan telah melakukan sejumlah perubahan yang diminta badan sepak bola dunia tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Saeta menjelaskan, desain jersey tersebut dibuat bersama Federasi Sepak Bola Haiti sebagai bentuk penghormatan terhadap kebanggaan, ketangguhan, dan semangat masyarakat Haiti.
"Berbagai konsep telah dikembangkan dan disempurnakan selama berbulan-bulan sebelum diajukan melalui proses persetujuan standar FIFA," tulis Saeta, sebagaimana dilanri The Guardian, Kamis (11/6/2026).
Perusahaan itu pun menegaskan, desain akhir yang diajukan tidak dimaksudkan sebagai pernyataan politik.
"Desain tersebut merupakan penghormatan kepada para pria dan perempuan yang setiap hari berkontribusi bagi masa depan Haiti dan tidak dimaksudkan sebagai pernyataan politik," lanjut pernyataan tersebut.
Namun selama proses evaluasi, FIFA menilai beberapa elemen visual pada jersey berpotensi ditafsirkan secara berbeda berdasarkan regulasi perlengkapan yang berlaku.
"FIFA menentukan bahwa beberapa elemen visual dapat diinterpretasikan berbeda berdasarkan regulasi perlengkapan mereka dan pada akhirnya meminta modifikasi terhadap desain tersebut," kata Saeta.
Bagian yang dipersoalkan FIFA
Meski tidak sependapat dengan interpretasi FIFA, Saeta menyatakan tetap menghormati keputusan federasi sepak bola tertinggi di dunia itu dan melakukan perubahan sesuai arahan yang diberikan.
Kontroversi ini berpusat pada gambar yang terletak di bagian pinggul kanan jersey.
Ilustrasi tersebut menampilkan siluet yang terinspirasi dari Pertempuran Vertières dan Revolusi Haiti, salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah negara Karibia tersebut.
Pada 1803, pemimpin revolusi Jean-Jacques Dessalines, yang kemudian menjadi kaisar pertama Haiti, disebut merobek bagian putih dari bendera Prancis untuk menciptakan bendera baru.
Peristiwa tersebut menjadi simbol lahirnya Haiti sebagai republik kulit hitam merdeka pertama di dunia.
Momen bersejarah itu hingga kini diperingati setiap 18 Mei sebagai Hari Bendera Haiti.
Ikonografi revolusi tersebut muncul pada tiga varian jersey yang diluncurkan Saeta menjelang Piala Dunia 2026, yakni jersey kandang berwarna biru, jersey tandang berwarna putih, dan jersey ketiga berwarna merah.
Ketiganya memiliki kerah serta lengan merah dengan lambang federasi sepak bola Haiti berada di bagian tengah dada.
Sudah terjual habis
Meski kini dilarang FIFA, ketiga versi jersey tersebut telah habis terjual di situs resmi Saeta.
Hingga saat ini perusahaan belum menunjukkan tanda-tanda akan merilis versi baru untuk dijual kepada publik.
Sementara itu, toko resmi FIFA hanya menawarkan dua produk bertema Haiti, yakni topi trucker dan syal.
Haiti sendiri mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia melalui jalur kualifikasi CONCACAF untuk pertama kalinya sejak 1974.
Tim tersebut bahkan sempat mengenakan jersey yang kini dilarang itu saat menjalani laga uji coba melawan Selandia Baru dan Peru pekan lalu.
Tetapi dalam foto sesi pemotretan resmi Piala Dunia yang dirilis FIFA pada Selasa (9/6/2026), para pemain Haiti terlihat sudah mengenakan jersey tanpa gambar revolusi yang menjadi sumber kontroversi.
Ini bukan kali pertama simbol revolusi Haiti memicu persoalan di ajang olahraga internasional tahun ini.
Sebelumnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) juga meminta tim ski Haiti mengubah desain pakaian mereka menjelang Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.
Desain karya perancang Stella Jean yang menampilkan sosok revolusioner Haiti dinilai melanggar aturan terkait desain seragam dan ekspresi atlet dalam kompetisi internasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang