Luciano Leandro Ingatkan Fan, Rivalitas Klub Jangan Dibawa ke Timnas
Legenda Persija Jakarta dan PSM Makassar, Luciano Leandro, angkat bicara soal insiden tak menyenangkan yang baru-baru ini dialami oleh Beckham Putra saat membela Timnas Indonesia.
Dia mengajak para suporter untuk bisa mengesampingkan rivalitas klub ketika mendukung Timnas Indonesia.
Kejadian tak menyenangkan baru saja menimpa salah satu pilar Timnas Indonesia, Beckham Putra, selepas duel melawan Timnas Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026).
pertandingan yang berakhir dengan kemenangan skuad Garuda 1-0 itu, Beckham Putra diketahui sempat terlibat adu mulut dengan beberapa oknum suporter saat berkeliling untuk menyapa para penonton.
Ketegangan Beckham Putra dengan Oknum Suporter
Diduga, para pelaku melontarkan kata-kata kasar kepada winger 24 tahun tersebut karena asal klubnya, yakni Persib Bandung.
Beckham pun sampai terbawa emosi dengan suporter tersebut. Mengetahui rekannya naik pitam, Kevin Diks langsung berinisiatif untuk melerai agar perdebatan tidak berlarut.
Pemain Borussia Moenchengladbach tersebut sampai turun tangan meminta para suporter agar tidak memprovokasi para pemain.
Menanggapi kejadian tersebut, Luciano menuturkan rivalitas dalam sepak bola adalah sebuah hal wajar yang mewarnai sepak bola itu sendiri.
Namun, suporter harus bisa mengesampingkan hal tersebut ketika sang pemain membela timnas.
"Rivalitas harus ada. Suporter masing-masing yang sayang kepada tim yang dia dukung," ujar Luciano Leandro kepada KOMPAS.com, Jumat (12/6/2026).
"Tapi, setelah itu kalau dia masuk timnas, klub harus kita kesampingkan. Pikirannya untuk dukung timnas, dalam hal ini Timnas Indonesia," tambahnya.
Legenda PSM Makassar dan Persija Jakarta, Luciano Leandro, saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com pada Rabu (8/11/2023).
Pengalaman di Brasil
Lebih lanjut, Luciano mencontohkan di Brasil juga terdapat sejumlah klub yang memiliki sejarah rivalitas panjang, salah satunya seperti Flamengo dan Vasco da Gama.
Namun, ketika para pemain dari klub tersebut dipanggil membela Timnas Brasil, suporter fokus mendukung timnas dan melupakan klub asal dari sang pemain.
"Seperti di Brasil, ada beberapa pemain yang main di Flamengo, ada beberapa pemain main di Vasco da Gama, dan ada beberapa pemain dari klub lain," kata pria 60 tahun itu.
"Tapi, kalau mereka masuk ke timnas, kita lupakan dari mana dia berasal. Kita hanya dukung Brasil. Seluruh pemain adalah pemain dari tim Brasil dan kita sangat siap untuk dukung mereka."
"Itu yang mudah-mudahan terjadi di Indonesia. Waktu masuk ke timnas Indonesia, lupakan sejenak dari klub mana dia berasal, apakah Persija, Persib, atau Persebaya, dll. Tujuannya hanya timnas Indonesia," tutur dia.
Sebelumnya, hal senada juga dilontarkan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, yang mengimbau kepada suporter untuk bisa fokus mendukung Timnas Indonesia.
Sementara, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan tidak akan segan memberi hukuman tegas kepada para pelaku intimidasi kepada Beckham Putra.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang