Satu Perhatian Khusus Bung Ahay di Laga Indonesia Vs Mozambik
Pengamat sepak bola dan komentator senior, Bung Hadi "Ahay" Gunawan, menaruh perhatian pada kontingen pemain liga domestik pada kemenangan 1-0 Timnas Indonesia kontra Mozambik.
Duel Timnas Indonesia vs Mozambik digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Timnas Indonesia menutup pertandingan FIFA Matchday tersebut dengan skor 1-0. Gol dicetak oleh Ole Romeny pada menit ke-12 memaksimalkan umpan terobosan Ragnar Oratmangoen.
Skuad Garuda tampil menggebrak dan menciptakan beberapa kans emas pada 30 menit pertama termasuk mengenai mistar dari Elkann Baggott dan kesempatan-kesempatan Calvin Verdonk serta Kevin Diks.
Bagi Bung Hadi, apa yang dipertunjukkan kurang lebih sama dengan saat Garuda menang 3-0 atas Oman pada laga pertama, dengan dirinya menaruh perhatian khusus kepada satu aspek.
"Yang agak menarik sebetulnya bagaimana kita lihat pemain-pemain lokal, itu yang penting," ujarnya kepada KOMPAS.com di SUGBK persis setelah laga kontra Mozambik usai.
"Karena kalau pemain-pemain diaspora kita sudah cukup baiklah pemahaman bermain mereka juga sangat baik."
"Kerja sama mereka juga sudah cukup oke."
"Kita lihat bahwa di tim ini sebenarnya ada dua klaster. Memang agak sedikit berbeda jika pemain-pemain diaspora yang main dengan pemain-pemain lokal kita."
"Kemarin waktu lawan Oman, saat pemain-pemain lokal kita lebih banyak, penampilannya agak lebih jomplang, agak berbeda dengan pemain-pemain yang tampil di awal-awal pertandingan."
Observasi Lini Serang
Bung Hadi juga menekankan observasinya kepada lini serang di mana Marselino menggantikan posisi Beckham Putra dari laga pertama kontra Oman.
Baginya, ada perbedaan di antara kedua pemain tersebut kala menempati posisi gelandang serang sektor kanan.
"Saya lihat Marselino lebih bisa memahami apa yang diinginkan oleh Herdman. Jadi, dia bisa lebih masuk ke dalam konsep atau filosofi yang ingin dikembangkan oleh Herdman."
"Jadi, penampilan tadi di babak pertama itu pemain-pemain lokal kita cukup menyatu dengan pemain-pemain diaspora seperti itu."
John Herdman Tanggapi Peran Marselino dan Beckham Putra
Di konferensi pers seusai laga, Kompas.com bertanya kepada pelatih John Herdman observasinya mengenai kemampuan Marselino dan Beckham menjalankan peran di sisi kanan penyerangan.
Sang pelatih mengutarakan bahwa ia lebih melihat peran Beckham di sisi kiri serangan yang kini dihuni Ragnar.
John Herdman berbicara dalam sesi konferensi pers usai laga Timnas Indonesia vs Mozambik yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Selasa (9/6/2026).
"Menurut saya Beckham secara alami lebih nyaman bermain di sisi kiri," ujar Herdman saat menjawab pertanyaan Kompas.com.
"Bermain di kanan, itu sedikit berbeda baginya. Namun dia memberikan apa yang kami sebut sebagai 'stretch', melakukan pergerakan memutar ke belakang garis pertahanan lawan dan bekerja keras untuk mendapatkan bola."
Ia pun mengatakan bahwa Beckham harus bersaing dengan Ragnar demi menit bermain di sisi kiri tengah penyerangan skuad Garuda.
"Dia pemain yang percaya diri," ujarnya melanjutkan.
"Tetapi, posisi terbaiknya ada di sisi kiri, tepat seperti posisi Ragnar bermain. Jadi mereka akan terus bersaing memperebutkan posisi tersebut."
"Sementara Marselino lebih nyaman bermain di sisi kanan, masuk ke ruang-ruang dalam dan bergerak keluar dari sana.
"Ketika melihat kedua pemain itu, Anda bisa memahami posisi favorit masing-masing."
"Beckham hanya perlu terus bekerja keras. Dia akan mendapatkan kesempatannya di Piala AFF untuk benar-benar menunjukkan kualitasnya saat bermain di sisi kiri."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang