Wisatawan Indonesia Makin Sering Liburan ke "Hidden Gem", Mana Saja?
Tren perjalanan wisata di Indonesia terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya kota-kota besar dan destinasi populer menjadi tujuan utama, kini semakin banyak wisatawan yang memilih menjelajahi daerah yang belum terlalu ramai atau dikenal sebagai hidden gem.
"Di tengah dunia yang semakin terhubung, kami melihat pergeseran yang jelas dalam cara orang berpergian.
Di Indonesia, wisatawan beralih dari destinasi wisata yang terkenal ke destinasi di luar kota besar yang menawarkan ritme yang lebih lambat, koneksi yang lebih personal, serta kehidupan lokal yang lebih autentik," ujar Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara dan India, Amanpreet Bajaj.
Laporan terbaru dari Airbnb "Beyond the Beaten Track: Unlocking Tourism Growth Across Asia Pacific", menunjukkan bahwa minat terhadap destinasi di luar kota besar terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pergeseran ini semakin membuka peluang bagi wisatawan untuk menemukan pengalaman baru, dan membawa manfaat ekonomi ke lebih banyak daerah di Indonesia.
Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan ke berbagai wilayah yang sebelumnya belum banyak masuk dalam radar wisatawan, mulai dari Lombok hingga Kabupaten Nabire di Papua.
Tren wisata ke daerah semakin menguat
Data Airbnb menunjukkan sebanyak 92 persen wisatawan Indonesia telah mengunjungi destinasi di luar kota besar dalam setahun terakhir.
Angka tersebut mencerminkan minat yang kuat terhadap perjalanan yang menawarkan suasana berbeda dibandingkan kawasan perkotaan.
Selain itu, hampir satu dari lima akomodasi Airbnb di Indonesia kini berada di luar kota besar. Tren tersebut juga diikuti dengan peningkatan periode menginap yang lama sebanyak lebih dari 15 persen, dibandingkan tahun sebelumnya.
Kecenderungan ini menunjukkan bahwa wisatawan ingin menikmati pengalaman yang lebih mendalam dengan tinggal lebih lama di suatu destinasi, serta koneksi yang lebih dekat dengan budaya dan masyarakat lokal.
Menurut Airbnb, wisatawan kini semakin tertarik pada daerah yang menawarkan ketenangan, keindahan alam, serta kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.
Lombok jadi destinasi dengan pertumbuhan tertinggi
Hamparan pasir putih dan laut biru mengelilingi Gili Kedis, pulau kecil di Lombok yang semakin dikenal sebagai destinasi wisata alternatif.
Salah satu daerah yang mencatat pertumbuhan signifikan adalah Lombok. Pulau yang berada di Nusa Tenggara Barat tersebut mengalami peningkatan periode menginap hingga 68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan itu menjadikan Lombok sebagai salah satu destinasi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik, berdasarkan data Airbnb.
Popularitas Lombok tidak lepas dari daya tarik alamnya yang beragam, mulai dari pantai, perbukitan, hingga budaya lokal yang masih terjaga.
Selain menjadi alternatif dari Bali, Lombok kini semakin dikenal sebagai destinasi yang menawarkan suasana yang tenang dan pengalaman autentik.
Pertumbuhan kunjungan ke Lombok juga menunjukkan bahwa wisatawan mulai berani mengeksplorasi daerah di luar destinasi yang sudah mapan.
Kabupaten Nabire mulai masuk peta wisata
Selain Lombok, perkembangan menarik juga terlihat di Kabupaten Nabire, Papua. Airbnb mencatat wilayah tersebut menerima pemesanan pertamanya pada 2025.
Pencapaian ini menjadi sinyal bahwa destinasi di kawasan timur Indonesia mulai mendapatkan perhatian wisatawan. Selama ini, banyak daerah di Papua dikenal memiliki potensi wisata alam yang besar, namun belum banyak tersentuh arus wisata massal.
Masuknya Nabire ke dalam jaringan akomodasi global menunjukkan semakin luasnya persebaran manfaat pariwisata di Indonesia.
Dengan semakin banyak wisatawan yang menjelajahi wilayah baru, peluang ekonomi bagi masyarakat lokal juga semakin terbuka, mulai dari sektor penginapan, kuliner, transportasi, hingga usaha kreatif berbasis budaya.
Wisatawan mancanegara ikut mendorong pertumbuhan
Menariknya, tren wisata ke daerah tidak hanya didorong wisatawan domestik. Airbnb mencatat sekitar 90 persen tamu yang menginap di destinasi luar kota besar di Indonesia berasal dari mancanegara.
Keindahan alam, lanskap yang masih alami, serta suasana yang lebih santai menjadi alasan utama mereka memilih destinasi di luar kota besar.
Kondisi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan wisata yang menawarkan destinasi populer, sekaligus berbagai pengalaman unik di daerah-daerah yang belum banyak dikenal dunia.
Meningkatnya minat wisata ke destinasi tersembunyi membuka peluang bagi objek wisata seperti Air Terjun Bihewa di Nabire untuk dikenal lebih luas oleh wisatawan.
Selain faktor alam dan ketenangan, wisatawan kini semakin mempertimbangkan dampak dari perjalanan yang mereka lakukan.
Survei Airbnb menunjukkan sebanyak 95 persen wisatawan Indonesia menganggap penting untuk mengunjungi destinasi yang dapat mendukung masyarakat lokal.
Sementara itu, seluruh responden mengaku rekomendasi dari tuan rumah berpengaruh terhadap pengeluaran mereka selama berwisata.
Mereka cenderung menghabiskan uang di restoran lokal, pasar tradisional, hingga berbagai aktivitas yang dikelola masyarakat setempat.
Amanpreet Bajaj mengatakan peningkatan minat terhadap destinasi di luar kota besar membantu mendorong pemerataan manfaat pariwisata sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang lebih bertanggung jawab.
Menurut dia, semakin banyak wisatawan yang menjelajahi destinasi berkembang, semakin besar pula peluang ekonomi yang tercipta bagi pelaku usaha lokal dan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang