Operasi Patuh Lodaya 2026 Diundur, Ini Penjelasannya

Operasi Patuh, OPERASI PATUH LODAYA, Operasi Patuh Lodaya 2026, Operasi Patuh Lodaya 2026 Diundur, Ini Penjelasannya

Masyarakat Jawa Barat yang semula bersiap menghadapi Operasi Patuh Lodaya 2026, kini menunggu lebih lama. Dalam media sosial resminya, Polda Jawa Barat mengumumkan penundaan operasi lalu lintas tersebut hingga waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, Operasi Patuh Lodaya 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026.

Operasi ini dirancang sebagai bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran serta kecelakaan di jalan raya.

Namun, menjelang pelaksanaannya, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat mengumumkan adanya perubahan jadwal.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi dan kondisi terkini di wilayah Jawa Barat, dengan ini diumumkan bahwa pelaksanaan OPERASI PATUH LODAYA 2026 RESMI DIUNDUR,” dikutip dari posting @rtmcpoldajabar, Minggu (7/6/2026).

Operasi Patuh, OPERASI PATUH LODAYA, Operasi Patuh Lodaya 2026, Operasi Patuh Lodaya 2026 Diundur, Ini Penjelasannya

Ilustrasi lalu lintas di Jalan Cihampelas, Bandung, Jawa Barat.

Jadwal Baru Masih Tunggu Pengumuman

Dalam pengumuman tersebut, Ditlantas Polda Jabar belum menjelaskan secara rinci alasan penundaan maupun jadwal pengganti pelaksanaan operasi.

“Penundaan ini berlaku sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Kami akan terus memberikan update informasi mengenai jadwal pelaksanaan terbaru melalui kanal resmi Polda Jawa Barat,” tulis Ditlantas Polda Jabar.

“Meskipun Operasi Patuh Lodaya 2026 diundur, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk TETAP PATUHI PERATURAN BERLALU LINTAS setiap saat,” lanjut keterangan tersebut.

Operasi Patuh, OPERASI PATUH LODAYA, Operasi Patuh Lodaya 2026, Operasi Patuh Lodaya 2026 Diundur, Ini Penjelasannya

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandung mulai mensosialisasikan sekaligus melakukan uji coba penerapan sistem tilang elektronik berbasis genggam atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld di wilayah hukum Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026). Inovasi ini memungkinkan petugas di lapangan menindak pelanggar lalu lintas secara real-time melalui perangkat ponsel pintar khusus.

Penindakan Elektronik Tetap Jadi Andalan

Sebelum penundaan diumumkan, Polda Jawa Barat telah menyiapkan berbagai strategi penegakan hukum dalam Operasi Patuh Lodaya 2026. Salah satu fokusnya adalah optimalisasi sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

"Selaras dengan tema tahun ini, kami ingin menghadirkan sistem penindakan yang tegas, modern, dan transparan melalui inovasi teknologi,” ujar Wakapolda Jawa Barat Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, dalam keterangannya belum lama ini.

“Penegakan hukum elektronik ini akan dioptimalkan baik di ruas jalan tol maupun non-tol," kata dia.

Meski operasi resmi ditunda, Ditlantas Polda Jabar mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dalam aktivitas sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang