Hari Pariwisata Dunia 2025, Indonesia Catat Lonjakan Kunjungan Turis Asing
Hari Pariwisata Dunia yang diperingati setiap 27 September tahun ini terasa semakin spesial bagi Indonesia karena catatan kenaikan jumlah kunjungan turis asing.
Selain menjadi momentum refleksi tentang arti penting pariwisata bagi dunia, Indonesia juga mencatat tren positif dalam kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik.
Kunjungan turis asing di Indonesia tumbuh 10 persen
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melaporkan bahwa hingga Juli 2025, Indonesia telah dikunjungi 8,5 juta wisatawan mancanegara (wisman). Angka ini naik sekitar 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut capaian ini sebagai sinyal kuat kebangkitan sektor pariwisata Indonesia.
“Pada 2024, Indonesia menyambut 13,9 juta wisatawan mancanegara, naik 19 persen dari tahun sebelumnya. Sementara hingga Juli 2025, sudah tercatat 8,5 juta wisatawan, tumbuh 10 persen dari periode yang sama tahun lalu,” ujarnya dalam acara Wisuda Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, Sabtu (20/9/2025).
Jumlah wisatawan nusantara juga tumbuh pesat
Bukan hanya turis asing, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga mencatat peningkatan signifikan.
Pada 2024, jumlah perjalanan wisnus tercatat lebih dari 1 miliar. Hingga Juli 2025, jumlah itu naik 19,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Pertumbuhan ini adalah peluang besar, namun juga amanah. Pariwisata masa depan bukan hanya soal jumlah kunjungan, tetapi tentang menghadirkan pengalaman berkualitas, menjaga kelestarian alam dan budaya, serta memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” tegas Widiyanti.
Hari Pariwisata Dunia 2025: Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan
Tahun ini, United Nations World Tourism Organization (UNWTO) mengusung tema “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan” (Tourism and Sustainable Transformation).
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menekankan pentingnya kekuatan transformatif pariwisata.
IDM memberdayakan sejumlah pelaku UMKM lokal pada Perayaan Waisak 2025 di Candi Borobudur.
Menurutnya, pariwisata bukan hanya mesin pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sarana membangun jembatan lintas budaya, melestarikan tradisi, dan memperkuat ketahanan masyarakat.
“Pariwisata menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, mendukung infrastruktur, dan memberikan kontribusi jauh melampaui angka PDB,” ujarnya.
Mengapa Hari Pariwisata Dunia penting?
Pariwisata adalah sektor yang membuka jutaan lapangan kerja, mempererat hubungan antarbangsa, serta menjadi wadah pertukaran budaya.
Melalui peringatan Hari Pariwisata Dunia, masyarakat diajak untuk melakukan perjalanan dengan lebih bijak:
- memilih akomodasi ramah lingkungan,
- mengurangi limbah,
- serta menghargai budaya lokal.
Dengan perencanaan yang tepat, pariwisata dapat menjadi katalis kemajuan sosial sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Hari Pariwisata Dunia 2025 mengingatkan bahwa bepergian bukan sekadar mengunjungi destinasi, melainkan juga bagaimana perjalanan tersebut bisa memberi dampak positif bagi masyarakat, budaya, dan bumi.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan jumlah wisatawan harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga kelestarian dan keberlanjutan.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.