Kata-kata Emosional Mathew Baker Usai Pecahkan Rekor imnas Indonesia
Mathew Baker resmi menjadi pemain termuda di Timnas Indonesia saat masuk dari bangku cadangan pada laga Garuda kontra Oman.
Pertandingan Timnas Indonesia vs Oman bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (5/6/2026) malam WIB.
Skuad Garuda menang 3-0 berkat gol-gol Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
Mathew Baker turun bagi Skuad Garuda pada usia 17 tahun dan 23 hari, dia mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Arkhan Kaka yang tampil pada laga Piala AFF 2024 kontra Myanmar pada usia 17 tahun 3 bulan dan 7 hari.
Bek Melbourne City tersebut mengaku perasaannya tak bisa digambarkan.
"Perasaan ketika masuk sangat luar biasa, tak bisa tergambarkan," ujarnya di mixed zone seusai laga kepada media, termasuk Kompas.com.
"Sekarang saja perasaannya masih pelan-pelan mengalir. Anda bisa lihat saat kita menyanyi Indonesia Pusaka sangat luar biasa (di akhir laga). Semua emosi saya di sana. Saya sangat bahagia."
Terima Kasih kepada John Herdman
Ia pun sangat bangga dan terima kasih kepada pelatih John Herdman telah memberinya kesempatan merumput pada laga FIFA Matchday tersebut.
"Kata bangga bahkan belum mampu mewakili apa yang saya rasakan," ujarnya saat ditanya Kompas.com.
"Perasaan luar biasa untuk punya rekor tersebut."
Aksi Mathew Baker dalam laga Timnas Indonesia vs Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
"Saya tak bisa lebih bangga lagi. Saya sangat berterima kasih kepada Coach John yang telah membawa saya ke kamp dan memberi saya kesempatan ini malam ini."
"Semoga ini satu dari banyak kesempatan ke depannya."
Mathew mengutarakan bahwa ia tahu sebelum laga bahwa dirinya punya kesempatan main, tergantung dari bagaimana jalannya pertandingan melawan tim peringkat ke-79 dunia tersebut.
"Tentu saja kami unggul 3-0 saat saya masuk. Jadi itu situasi lebih mudah ketimbang saat skor 0-0 atau 1-1," tuturnya.
Aksi Pertama Menuai Pujian
Hal lebih membanggakan lagi baginya adalah Mathew mendapat jempol dari seorang staf kepelatihan dengan aksi pertamanya seusai masuk, yakni melepas umpan datar nan akurat ke sisi kiri lapangan yang menemui rekan setimnya.
"Semua fokus saya (setelah masuk) adalah melakukan satu aksi bagus dan kemudian saya merilisnya (umpan tersebut) dan kepercayaan diri saya perlahan naik," tuturnya dengan bangga.
Mathew pun mengatakan pengalaman berlatih bersama skuad Timnas Indonesia ini menjadi suatu arena pembelajaran sangat berharga baginya.
"Kualitas tim ini sangat luar biasa sejak bergabung dengan tim ini level latihan yang mereka tunjukkan selalu luar biasa," tuturnya.
"Saya belajar banyak dalam dua hari ini bersama tim."
Tak lupa, pemain yang akan bergabung bersama Timnas U19 Indonesia di Piala AFF U19 di Medan ini mengucapkan terima kasih atas bimbingan Kevin Diks, sang mentor.
"Kevin banyak berbicara kepada saya di kamp. Memberi tips dan suport. Dia sangat suportif," ujarnya.
"Sangat mendukung. Orang hebat untuk bertukar pikiran. Bagi saya ya sangat blessed bisa ada dia."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang