Ratusan Sketsa Tersingkir, 12 Desainer Muda Terbaik Siap Guncang Panggung Indonesia Fashion Week 2026

IYDC 2026
IYDC 2026

Industri fashion Indonesia terus melahirkan talenta-talenta baru yang berani mengolah kekayaan budaya menjadi karya kontemporer. Hal itu terlihat dari terpilihnya 12 desainer muda terbaik dalam ajang Indonesia Young Fashion Designer Competition (IYFDC) 2026, yang akan menampilkan koleksi mereka pada panggung Indonesia Fashion Week 2026.

Tahun ini, kompetisi yang menjadi salah satu wadah pencarian talenta muda di bidang mode tersebut mengangkat tema "Threads of North Sumatra: Tradition in Contemporary Silhouette". Melalui tema tersebut, para peserta ditantang menerjemahkan kekayaan budaya Sumatera Utara ke dalam busana yang relevan dengan selera dan kebutuhan pasar masa kini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketertarikan industri mode terhadap warisan budaya lokal memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya sebatas menghadirkan motif tradisional, para desainer muda kini dituntut mampu mengolah nilai budaya menjadi desain yang memiliki identitas kuat sekaligus dapat diterima oleh konsumen modern.

Wakil Ketua Umum APPMI Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan sekaligus juri IYFDC 2026, Misan Kopaka, mengatakan tema yang dipilih tahun ini mendorong peserta untuk melihat budaya sebagai sumber inspirasi yang terus berkembang.

"Tahun ini IYFDC mengangkat tema Threads of North Sumatra: Tradition in Contemporary Silhouette. Sebuah tema yang mengajak para desainer muda untuk mengeksplorasi kekayaan budaya Sumatra Utara melalui tekstil, motif, warna, serta nilai-nilai filosofinya, kemudian menerjemahkannya ke dalam siluet modern yang effortless dan sophisticated," ujar Misan dalam keterangannya, dikutip Jumat 5 Juni 2026. 

Perjalanan menuju babak final tidak mudah. Sebanyak lebih dari 200 sketsa desain dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti proses seleksi awal. Dari jumlah tersebut, terpilih 50 semifinalis yang kemudian mempresentasikan karya mereka pada tahap semifinal di Jakarta.

Dewan juri menilai karya peserta berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari estetika desain, kualitas pengerjaan, daya pakai, hingga potensi komersial. Penilaian tersebut mencerminkan kebutuhan industri fashion saat ini yang tidak hanya mengutamakan kreativitas, tetapi juga keberlanjutan bisnis dan kemampuan membaca pasar.

Ketua Umum APPMI sekaligus Presiden BTN Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, menilai kompetisi semacam ini memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi baru desainer Indonesia.

"Tujuan IYFDC adalah mencetak desainer-desainer muda yang memiliki potensi dan bakat agar mereka dapat berkembang dalam industri fashion dan memperoleh kesempatan untuk bersaing di tingkat internasional," ujar Poppy Dharsono.

Senada dengan itu, Naniek Rachmat, Wakil Ketua Bendahara APPMI sekaligus Direktur Keuangan BTN Indonesia Fashion Week dan juri IYFDC 2026, menegaskan bahwa proses seleksi tidak hanya berorientasi pada pencarian pemenang.

"Kami tidak hanya mencari juara. Yang kami cari adalah talenta-talenta muda yang memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi bagian dari masa depan industri fashion Indonesia," ujar Naniek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun 12 finalis yang berhasil melaju ke babak final IYFDC 2026 adalah Agung Gumelar, Aminullah, David Bryan Adam, Dynis Nova S.S., Evangelista, Giselle Tiomualana, Jovana Chandra, Rafa Zahra Syakirah, Rizki Ramadityo Wicaksono, Sebastian Nainggolan, Syahrus Farabish, dan Tashannie Abigail Loekman.

Mereka selanjutnya akan mempersiapkan koleksi final yang akan dipresentasikan pada panggung BTN Indonesia Fashion Week 2026. Bagi para finalis, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan kesempatan untuk menunjukkan bagaimana warisan budaya Indonesia dapat hidup kembali melalui bahasa fashion yang lebih modern dan relevan bagi generasi saat ini.