Pemain Muda Indonesia Berpeluang Ikuti Jejak Lamine Yamal dan Takefusa Kubo

Soccer World Challenge 2026
Soccer World Challenge 2026

 Indonesia mendapat kehormatan besar dengan menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya dalam ajang Agung Podomoro Land Cup U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 South East Asia Qualifier Jakarta. Turnamen bergengsi kelompok umur tersebut resmi digelar pada 5-7 Juni 2026 di Stadion Soemantri Brojonegoro, Jakarta Selatan.

Ajang ini menjadi kesempatan emas bagi pesepakbola muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus memperebutkan tiket menuju U-12 Junior Soccer World Challenge 2026 di Chiba, Jepang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebanyak 20 tim dari Indonesia dan Asia Tenggara ambil bagian dalam kompetisi yang menggunakan format tujuh lawan tujuh. Satu-satunya peserta dari luar Indonesia adalah Mazda GB FC asal Laos.

Turnamen akan dimainkan dengan sistem fase grup dan gugur, mengikuti regulasi FIFA dan PSSI. Seluruh peserta berasal dari kelompok usia U-12 atau pemain kelahiran 1 Januari 2014 hingga 1 Januari 2016.

Lebih dari sekadar turnamen usia muda, kompetisi ini merupakan jalur resmi menuju salah satu ajang sepak bola kelompok umur paling bergengsi di Asia yang selama ini rutin diikuti akademi-akademi elite dunia.

Tim yang keluar sebagai juara di Jakarta akan mendapatkan undangan resmi untuk tampil di Jepang pada Agustus 2026.

Tak hanya itu, penyelenggara juga menyiapkan dukungan penuh berupa tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Tokyo, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi lokal selama berada di Jepang untuk 18 pemain dan lima ofisial tim.

Presiden dan CEO Amazing Sports Lab Japan Inc. sekaligus NARA CLUB, Mitsuru Hamada, menilai kehadiran turnamen ini di Indonesia akan membuka wawasan baru bagi pembinaan sepak bola usia dini.

"Ketika turnamen ini pertama kali digelar pada 2013, sekolah sepak bola di Jepang bisa melihat langsung bagaimana sistem pembinaan di Barcelona. Sekarang giliran anak-anak Indonesia yang dapat belajar langsung mengenai karakter sepak bola Jepang dan negara-negara lain melalui turnamen ini," ujar Hamada dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 4 Juni 2026.

Menurut Hamada, kompetisi semacam ini bukan hanya soal mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi sarana pertukaran budaya dan pembelajaran bagi pemain muda untuk memahami standar sepak bola internasional sejak dini.

Nilai prestisius turnamen ini semakin terasa karena sejumlah pemain yang kini menjadi bintang dunia pernah merasakan atmosfer kompetisi serupa.

Nama-nama seperti Lamine Yamal, Takefusa Kubo, Gavi, Ansu Fati, hingga Xavi Simons tercatat pernah tampil dalam ajang tersebut sebelum menembus level tertinggi sepak bola dunia.

Tak hanya itu, akademi klub-klub besar seperti FC Barcelona, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal juga pernah ambil bagian.

Direktur Utama Agung Podomoro Land, Bacelius Ruru, menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi biasa.

"Bagi kami, Agung Podomoro Land Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana bagi pemain muda untuk mengenal standar internasional, membangun mental juara, dan mempersiapkan diri menuju level yang lebih tinggi," kata Bacelius.

Ia berharap kehadiran turnamen ini mampu memperkuat pembinaan sepak bola usia dini sekaligus melahirkan lebih banyak talenta yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dukungan terhadap turnamen ini merupakan komitmen kami dalam mengembangkan talenta sepak bola Indonesia dan Asia Tenggara. Kami ingin menanamkan nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, kepemimpinan, serta kerja sama tim agar mereka siap bersaing di level global," ujarnya.

Dengan hadirnya kualifikasi resmi di Indonesia, jalan menuju panggung internasional kini semakin terbuka bagi para pesepakbola muda Tanah Air. Dari Jakarta, mimpi menuju Jepang dan mengikuti jejak para bintang dunia kini dimulai