Mengenal Ultra-Processed Food, Mengapa Tidak Layak Masuk Menu MBG?

Makanan ultra proses, apa itu ultra processed food, Ultra Processed Food, makan bergizi gratis, Badan Gizi Nasional, upf adalah, ultra processed food apa saja, dampak ultra processed food, dampak makan ultra processed food, Mengenal Ultra-Processed Food, Mengapa Tidak Layak Masuk Menu MBG?

 Ultra-processed food (makanan olahan tinggi atau UPF) banyak ditemukan di menu Makan Bergizi Nasional (MBG), contohnya sosis kemasan. 

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang dikabarkan akan melarang penggunaan ultra-processed food sebagai menu MBG. Tujuannya memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang lebih sehat, sekaligus mendorong perkembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) pangan lokal.

“Begitu larangan ini dilaksanakan, ratusan ribu UMKM pangan akan hidup. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberi gizi bagi anak bangsa, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Nanik, dilaporkan oleh , Selasa (30/9/2025).

Namun, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan menyebut, produk seperti biskuit, roti, sereal, sosis, nugget, dan panganan sejenis wajib mengutamakan produksi lokal atau dari UMKM.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan ultra-processed food dan mengapa makanan ini dianggap tidak sehat sebagai menu MBG?

Mengenal ultra-processed food di menu MBG

Makanan ultra proses, apa itu ultra processed food, Ultra Processed Food, makan bergizi gratis, Badan Gizi Nasional, upf adalah, ultra processed food apa saja, dampak ultra processed food, dampak makan ultra processed food, Mengenal Ultra-Processed Food, Mengapa Tidak Layak Masuk Menu MBG?

Ultra-processed food atau makanan ultra proses (UPF) tinggi kalori, rendah gizi. Simak apa itu UPF dan mengapa sebaiknya tidak ada di menu MBG.

Sesuai namanya, ultra-processed food adalah makanan yang mengalami proses pengolahan sangat tinggi.

Ciri khasnya adalah penggunaan berbagai zat tambahan, mulai dari pengawet, pewarna, pemanis buatan, hingga penguat rasa, dilansir dari Asosiasi Dietsien Indonesia (AsDI). 

Ultra-processed food memiliki nilai gizi rendah, tapi tinggi kalori, gula, garam, dan lemak. Jika dikonsumsi berlebihan, makanan ini bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. 

Makanan ini biasanya hadir dalam bentuk siap makan atau siap saji, dengan daya tahan lama dan rasa yang kuat berkat tambahan gula, garam, dan lemak.

Contoh ultra-processed food, antara lain mi instan, nugget, sosis, es krim, roti, biskuit kemasan, beberapa jenis sereal, minuman kemasan manis, dan camilan kekinian yang sedang populer.

Apa dampak ultra-processed food bagi kesehatan?

Makanan ultra proses, apa itu ultra processed food, Ultra Processed Food, makan bergizi gratis, Badan Gizi Nasional, upf adalah, ultra processed food apa saja, dampak ultra processed food, dampak makan ultra processed food, Mengenal Ultra-Processed Food, Mengapa Tidak Layak Masuk Menu MBG?

Ultra-processed food atau makanan ultra proses (UPF) tinggi kalori, rendah gizi. Simak apa itu UPF dan mengapa sebaiknya tidak ada di menu MBG.

Sejumlah penelitian juga menemukan kaitan antara konsumsi ultra-processed food dengan berbagai masalah kesehatan.

“Makanan ultra-processed dulu kita sebut junk food. Dengan tingkat obesitas yang terus tinggi, penting untuk fokus pada pola makan seimbang dan menghindari kalori tambahan dari ultra-processed food,” kata Mary-Eve Brown, ahli gizi di Sidney Kimmel Comprehensive Cancer Center Johns Hopkins, dilansir dari John Hopkins Medicine

Nicholas Soirez, ahli gizi di Rumah Sakit Johns Hopkins menambahkan, bahwa konsumsi ultra-processed food berlebihan terbukti terkait peningkatan risiko penyakit kronis.

Sebuah studi yang dipublikasikan di British Medical Journal menunjukkan hubungan antara ultra-processed food dengan penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, gangguan tidur, dan beberapa jenis kanker.

Dalam konteks anak-anak, Soirez mengingatkan bahwa kebiasaan makan terbentuk sejak dini.

“Jika sebagian besar kalori anak berasal dari makanan rendah nutrisi, mereka akan menghadapi masalah di kemudian hari. Membiasakan makan dengan baik sejak kecil akan menjadi fondasi untuk kebiasaan sehat saat dewasa,” ujarnya.

Makanan ultra proses, apa itu ultra processed food, Ultra Processed Food, makan bergizi gratis, Badan Gizi Nasional, upf adalah, ultra processed food apa saja, dampak ultra processed food, dampak makan ultra processed food, Mengenal Ultra-Processed Food, Mengapa Tidak Layak Masuk Menu MBG?

Ilustrasi MBG,

Dokter gizi masyarakat Tan Shot Yen menyoroti laporan orangtua siswa yang anaknya mendapat roti, susu kotak, dan telur sebagai menu MBG.

Menurutnya, susu bukan kebutuhan utama, apalagi bila bercampur dengan produk ultra-processed food tinggi gula.

“Produk ultraproses dan termasuk aneka susu yang tinggi gula lalu ada rasa-rasa, dan susu bukan suatu kebutuhan,” kata Tan, dilaporkan oleh , Kamis (30/9/2025).

Ia menekankan agar menu MBG berpedoman pada Isi Piringku, yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah, serta memanfaatkan kuliner lokal sesuai budaya makan daerah.

Tips mengurangi konsumsi ultra-processed food

Makanan ultra proses, apa itu ultra processed food, Ultra Processed Food, makan bergizi gratis, Badan Gizi Nasional, upf adalah, ultra processed food apa saja, dampak ultra processed food, dampak makan ultra processed food, Mengenal Ultra-Processed Food, Mengapa Tidak Layak Masuk Menu MBG?

Ultra-processed food atau makanan ultra proses (UPF) tinggi kalori, rendah gizi. Simak apa itu UPF dan mengapa sebaiknya tidak ada di menu MBG.

Meski sulit sepenuhnya menghindari ultra-processed food, ada langkah sederhana untuk membatasi konsumsinya.

AsDI merekomendasikan untuk memeriksa label makanan untuk mengetahui kandungan gula, garam, dan lemak.

Lalu, pilih makanan segar seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan sumber protein segar.

Kemudian, batasi jajanan kekinian hanya sesekali, bukan setiap hari. Buat versi homemade dari camilan favorit, misalnya teh boba dengan gula rendah.

Terakhir, biasakan untuk minum air putih sebagai pengganti minuman manis.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga sudah menetapkan anjuran konsumsi harian yakni maksimal 50 gram gula (empat sendok makan), lima gram garam (satu sendok teh), dan 67 gram minyak (lima sendok makan).

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.