Rumor Ramadhan Sananta ke Persebaya, Pengamat Soroti Nasib Striker Lokal di Liga Indonesia

Bursa transfer Super League 2026-2027 mulai menunjukkan geliatnya. Persebaya dikaitkan dengan penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta.
Sejumlah klub besar seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya hingga klub promosi Garuda Yaksa FC disebut aktif berburu pemain demi memperkuat tim menghadapi musim baru.
Tidak hanya pemain asing, nama-nama pemain timnas Indonesia juga mulai ramai dikaitkan dengan berbagai klub. Salah satu yang paling menjadi perhatian adalah striker Ramadhan Sananta yang dirumorkan akan bergabung dengan Persebaya Surabaya.
Rumor tersebut muncul setelah Sananta resmi dilepas DPMM FC, klub Brunei Darussalam yang berkompetisi di Liga Malaysia. Situasi itu langsung memunculkan spekulasi mengenai masa depan penyerang Timnas Indonesia tersebut.
Dari laman resmi klub, DPMM FC mengumumkan bahwa Sananta menjadi salah satu pemain yang tidak dipertahankan untuk musim depan.
"DPMM FC melepas Ramadhan Sananta, dan akan melepas kiper asal Brasil Michel Americo dan Najib Tarif. Pelepasan pemain lainnya akan menyusul," tulis DPMM beberapa waktu lalu.
Selama membela DPMM FC, Sananta mencatatkan 27 penampilan di kompetisi domestik dengan torehan empat gol dan dua assist. Meski belum terlalu tajam, pemain berusia 23 tahun itu dinilai masih memiliki potensi besar untuk berkembang.
Rumor kepindahannya ke Persebaya semakin kuat karena adanya sosok pelatih Bernardo Tavares. Keduanya pernah bekerja sama saat membawa PSM Makassar meraih gelar juara Liga 1 2022-2023 lalu.
Striker Lokal Sulit Dapat Tempat
Namun, di tengah rumor yang berkembang, pengamat sepak bola nasional, Erwin Fitriansyah, justru melihat persoalan lain yang lebih penting, yakni minimnya peran striker lokal di klub-klub Indonesia.
Menurutnya, sebelum merekrut pemain, klub harus benar-benar memahami kebutuhan tim dan memastikan pemain tersebut memiliki ruang bermain yang jelas.
“Sekarang gini apakah dia sesuai dengan yang dibutuhkan, itu yang pertama,’terus yang kedua apakah gini klub indonesia itu siapa sih yang pakai striker lokal sekarang, susah kan carinya,” ujar pengamat asal Surabaya itu kepada Kompas.com.
Ia menilai kualitas Ramadhan Sananta memang layak dipertimbangkan. Namun, ia mengingatkan jangan sampai pemain lokal hanya dijadikan pelapis bagi striker asing yang hampir selalu menjadi pilihan utama.
“Oke Eksel pemain Persija itu yang kadang-kadang starter karena pemain asing yang sering jadi starter. Nah kalau misal Ramadhan Sananta bagus kenapa enggak tapi jangan sampai dibeli terus jadi cadangannya pemain asing,” imbuhnya.
Pelatih Persebaya Surabaya di Super League 2025-2026 Bernardo Tavares asal Portugal.
Fenomena tersebut memang cukup sering terjadi di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Banyak klub lebih memilih menggunakan striker asing sebagai ujung tombak utama karena dianggap lebih produktif dan memiliki pengalaman lebih matang.
Akibatnya, pemain lokal kesulitan mendapatkan menit bermain secara konsisten meskipun memiliki kualitas yang baik.
Formasi Modern Bikin Persaingan Makin Ketat
Pengamat yang juga komentator Super League ini juga menyinggung soal penggunaan formasi modern yang membuat posisi striker semakin kompetitif.
Formasi seperti 4-2-3-1 atau 4-3-3 biasanya hanya menyediakan satu posisi penyerang utama dan posisi tersebut hampir selalu diisi pemain asing.
“Kalau bagus ya masuk akal untuk dibeli gitu ya. Kalau pakai formasi tersebut strikernya satu pasti asing,” kata Erwin Fitriansyah.
Situasi tersebut menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi striker lokal di sepak bola Indonesia saat ini. Tidak hanya dituntut tampil bagus, tetapi juga harus bersaing dengan dominasi penyerang asing yang lebih dipercaya sebagai starter.
Sementara itu, Persebaya memang sedang membutuhkan tambahan kekuatan di lini depan. Klub berjulukan Bajul Ijo diprediksi akan melakukan perombakan skuad cukup besar untuk menghadapi musim baru.
Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari klub terkait rumor ketertarikan terhadap Ramadhan Sananta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang