Membanggakan, Pembalap Indonesia Kuasai Tour de Algerie 2026

Pembalap Jakarta Pro Cycling, Dimas Nur Fadhil Rizqi
Pembalap Jakarta Pro Cycling, Dimas Nur Fadhil Rizqi

 Nama Indonesia kembali bergema di panggung balap sepeda internasional. Kali ini, giliran Jakarta Pro Cycling Team yang mencuri perhatian usai tampil luar biasa pada ajang Tour de Algérie Cycliste (TAC) 2026 di Aljazair.

Tak tanggung-tanggung, dua pembalap andalan mereka sukses membawa pulang prestasi bergengsi. Dimas Nur Fadhil Rizqi keluar sebagai juara umum atau General Classification (GC), sementara Rohman memastikan diri merebut maillot King of Mountain (KOM). Raihan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar yang pernah ditorehkan tim balap sepeda Indonesia di level internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ajang Tour de Algérie 2026 sendiri berlangsung sengit. Balapan edisi ke-26 tersebut menempuh total jarak lebih dari 1.697 kilometer dalam 10 stage, melintasi berbagai wilayah Aljazair dari Oran hingga Tizi Ouzou. Persaingan berlangsung ketat sejak etape awal dengan pembalap Belgia Yorben Lauryssen dari Tarteletto-Isorex mendominasi maillot kuning selama delapan stage pertama.

Namun drama terjadi di stage kesembilan saat para rider melahap rute berat dari Hammam Righa menuju Jebel Chréa yang berada di ketinggian lebih dari 1.400 meter. Di titik itulah Dimas tampil menggila.

Pembalap muda Indonesia tersebut sukses mengambil alih posisi puncak klasemen umum dan mampu mempertahankannya hingga balapan berakhir. Dimas akhirnya dinobatkan sebagai juara umum Tour de Algérie 2026 setelah unggul atas Vainqueur Masengesho dan Anatolii Budiak di podium akhir.

Tak hanya membawa pulang maillot kuning, Dimas juga sukses merebut maillot putih sebagai pembalap muda terbaik. Pencapaian itu menjadi yang pertama dalam karier UCI Tour miliknya.

Hebatnya lagi, Dimas masih berusia 19 tahun. Pembalap kelahiran 12 Mei 2006 tersebut menunjukkan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di level elite dunia. Dalam seluruh stage yang dijalani, ia mengandalkan Polygon Helios, sepeda buatan Indonesia yang menjadi senjata utama Jakarta Pro Cycling Team.

"White jersey ini adalah white jersey pertama saya selama berlomba di UCI Tour, tentunya sangat berarti buat saya. Ini mungkin akan menjadi salah satu kenangan yang paling berkesan di tahun 2026 ini. Untuk target berikutnya, saya ingin mendapatkan yellow jersey juga."

Di sisi lain, Rohman juga tampil tak kalah impresif. Ia berhasil mengunci gelar King of Mountain setelah tampil konsisten di medan-medan tanjakan. Dalam persaingan ketat melawan rider-rider asal Jerman dan Belgia, Rohman mampu unggul dua poin untuk memastikan diri menjadi raja tanjakan Tour de Algérie 2026.

Prestasi Rohman sejatinya bukan kejutan. Pada 2025 lalu, ia sukses menjadi Juara Nasional Individual Road Race dan turut menyumbang medali perak untuk nomor Road Race di SEA Games Thailand.

Kini, pembalap Jakarta Pro Cycling itu sudah membidik target lebih besar. Rohman ingin mempertahankan gelar juara nasional sekaligus fokus menatap Asian Games 2026, khususnya pada nomor Individual Time Trial (ITT).

"Alhamdulillah sangat senang, tapi kemenangan ini belum juga menjadi kepuasan bagi saya pribadi. Tidak ada kata stop untuk berprestasi setinggi-tingginya. Saya ingin dan berusaha agar bisa meraih gold medal di ITT Asian Games. Pesaingnya sangatlah berat, tetapi dengan usaha dan doa, insyaallah bisa."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tour de Algérie Cycliste 2026 memang menjadi salah satu ajang balap sepeda paling kompetitif di kalender UCI. Balapan ini diikuti tim-tim dari Eropa, Afrika, hingga Asia dengan race director dan jury internasional dipimpin Jorge Gual Martinez asal Spanyol.

Keberhasilan Dimas dan Rohman sekaligus menjadi bukti keseriusan Jakarta Pro Cycling Team dalam membangun prestasi balap sepeda Indonesia di level dunia. Dengan dukungan tim, keluarga, dan teknologi sepeda Polygon Helios, mereka kini menatap target lebih tinggi di Asian Games 2026.