Diserang Netizen Usai Kritik Karyawan Izin Gak Masuk Karena Anak Sakit, Chef Juna: Banyak yang...
Nama Chef Juna Rorimpandey kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya soal budaya kerja di dapur profesional memicu perdebatan luas di media sosial. Komentar yang disampaikan dalam podcast bersama Raditya Dika dinilai sebagian warganet terlalu keras terhadap pekerja yang memprioritaskan keluarga.
Dalam podcast tersebut, Chef Juna membahas tantangan menjalankan profesional kitchen yang menurutnya membutuhkan disiplin tinggi dan komitmen penuh dari setiap anggota tim. Ia menilai absennya satu orang saja bisa berdampak besar terhadap operasional dapur. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
"Manja. SDM kita manja, firm manja," ucap Juna dengan nada tegas, dikutip Sabtu 23 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa komentarnya merujuk pada dunia dapur profesional yang memiliki tekanan kerja berbeda dibanding bidang pekerjaan lain. Berdasarkan pengalamannya bekerja di restoran Jepang dan Amerika Serikat, Juna menilai standar kedisiplinan kerja di Indonesia masih relatif longgar.
"Memang orang kita agak manja, saya ngomong profesional kitchen ya," lanjutnya.
Pernyataan yang paling banyak disorot muncul ketika Juna menyinggung soal pekerja yang mendadak izin karena anak sakit. Menurutnya, posisi penting di dapur seperti Chef de Partie memiliki tanggung jawab yang tidak mudah digantikan.
"Posisi dalam kitchen itu sudah megang tanggung jawab masing-masing, apalagi udah sekelas Chef de Partie, CDP, itu bisa loh pagi-pagi 'Chef sorry saya tidak bisa berangkat kerja, anak saya panas, sakit,'" ungkapnya.
Juna kemudian mengutarakan pandangannya yang memicu pro kontra di media sosial. Ia mempertanyakan alasan seorang ayah harus ikut tinggal di rumah ketika anak sakit jika masih ada pasangan yang menjaga.
"Call me heartless, yang sakit kan anaknya. Istrinya ada di rumah. Terus ngapain kamu ikut-ikutan di rumah? Emang kamu ikutan di rumah, anakmu sembuh gitu tiba-tiba?" katanya.
Pernyataan tersebut langsung menuai kritik dari sebagian netizen yang menilai ucapan Juna kurang empati terhadap peran ayah dalam keluarga. Banyak yang menilai kehadiran orang tua, termasuk ayah, tetap penting saat anak berada dalam kondisi sakit.
Di sisi lain, ada pula yang membela Chef Juna dengan menyebut komentarnya harus dipahami dalam konteks dunia kerja profesional yang penuh tekanan dan menuntut kedisiplinan tinggi.
Juna sendiri menilai izin mendadak justru bisa merugikan pekerja karena berdampak pada penghasilan, terutama ketika keluarga membutuhkan biaya tambahan untuk pengobatan anak.
"Kenapa? Anak sudah sakit, perlu biaya pengobatan, kamu izin lagi tiba-tiba kan potong gaji. Itu kan bukan bagian dari cuti," jelasnya.
Untuk menggambarkan pentingnya peran setiap individu di dapur, ia mengibaratkan profesional kitchen seperti sebuah orkestra yang membutuhkan seluruh pemain agar pertunjukan berjalan sempurna.
"Chaotic. Karena profesional kitchen boleh disamakan dengan orkestra," ujar Juna.
"Masing-masing alat musik ada yang pegang, tiba-tiba yang megang flute enggak masuk, mau ngapain," lanjutnya.
Ramainya kritik di media sosial bahkan membuat akun Instagram milik Chef Juna disebut membatasi kolom komentar. Menanggapi polemik yang berkembang, koki berusia 50 tahun itu memberikan respons singkat dan menyebut banyak orang tidak memahami konteks lengkap pembicaraannya.
"Banyak yang tidak mendengar dengan baik," balas Chef Juna.
Meski demikian, Juna mengaku memahami bahwa budaya kerja di Indonesia memiliki karakter berbeda dibanding negara tempat ia pernah bekerja sebelumnya.
"Mau enggak mau, karena itu culture di sini," katanya.
"Jadi, agak berat juga," pungkasnya.