Nasib Oknum Karyawan KAI Services yang Akses Data dan Chat Penumpang Perempuan Tanpa Izin
Kasus dugaan penyalahgunaan data pribadi oleh oknum karyawan PT Reska Multi Usaha atau KAI Services tengah menyita perhatian publik. Seorang penumpang perempuan mengaku dihubungi secara pribadi oleh pria tak dikenal yang diketahui bekerja di lingkungan KAI, padahal nomor telepon tersebut tidak pernah ia bagikan ke siapa pun selain keluarga.
Peristiwa ini menjadi viral setelah diunggah akun X (dulunya Twitter) @oliveateem_. Dalam unggahan tersebut, korban membagikan tangkapan layar pesan singkat dari seorang pria yang mengaku duduk di kursi sebelahnya saat perjalanan kereta.
Pria tersebut menulis, “Mba ini nomerku yang sebelah tempat duduk kamu tadi.”
Korban mengaku langsung merasa tidak nyaman. Ia pun menegur pria tersebut karena nomor yang digunakan merupakan nomor pribadi.
“Mas maaf banget ini nomor pribadi, enggak pernah saya share ke siapa-siapa selain keluarga. Saya sebenarnya tadi kurang nyaman juga data saya diakses dan dijadiin bahan obrolan,” tulis korban dalam balasannya.
Korban kemudian menceritakan awal mula kejadian. Ia mengatakan pria tersebut sempat mengajaknya mengobrol sepanjang perjalanan, namun ia hanya menanggapi seperlunya karena merasa risih. Situasi menjadi janggal ketika pria tersebut tiba-tiba menyebut nama depan korban, meski korban tidak pernah memperkenalkan diri.
Ilustrasi: Rangkaian kereta api
“Yang bikin gong adalah di tengah obrolan dia tiba-tiba nanya, ‘mbaknya namanya (nama depanku) ya?’ padahal dari awal gak sebut nama juga,” ungkap korban.
Awalnya, korban masih mencoba berpikir positif dan menduga nama tersebut dilihat dari tiket perjalanan. Namun kejanggalan semakin terasa saat pria itu juga mengetahui usia korban. “Dia nanya lagi, ‘tahun depan berarti 26 ya?’ Dari situ aku kaget, kok bisa tahu,” lanjutnya.
Merasa ada yang tidak beres, korban menelusuri identitas pria tersebut. Ia mengaku menemukan sejumlah penanda di aplikasi pencarian kontak yang mengaitkan nomor pria itu dengan PT Reska Multi Usaha atau KAI Services. Saat dikonfrontasi, pria tersebut akhirnya mengakui bahwa dirinya memperoleh data korban karena bekerja di lingkungan KAI.
Nasib Oknum Karyawan KAI Services yang Akses Data Tanpa Izin
Manajemen KAI Services memastikan telah mengambil langkah tegas atas dugaan pelanggaran tersebut. Manager Corporate Communication KAI Services Nyoman Suardhita menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam melindungi data pribadi pelanggan.
“Sanksi disiplin, manajemen telah memanggil oknum karyawan yang bersangkutan dan sedang melakukan proses pemeriksaan intensif. Sanksi tegas sesuai aturan perusahaan akan diberikan untuk memberikan efek jera,” kata Nyoman di Jakarta, Sabtu 10 Januari 2026 dikutip Antara.
Selain itu, KAI Services melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap sistem akses data operasional. Perusahaan juga kembali memberikan edukasi kepada seluruh personel frontliner terkait Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Nyoman menegaskan bahwa perlindungan data pelanggan merupakan prioritas utama perusahaan.
“Kami berkomitmen untuk memperketat pengawasan di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang,” tegasnya.
Pertemuan dan Langkah Damai
Menurut Nyoman, pada Jumat 9 Januari 2026, KAI Services telah bertemu langsung dengan penumpang yang menjadi korban. Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
“Dalam pertemuan tersebut kami meminta maaf atas kejadian ini yang tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan dan merupakan pelanggaran privasi yang tidak dapat kami toleransi,” ujarnya.
Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Utama KAI Services Ririn Widi Astutik beserta jajaran, serta Vice President Customer Care KAI Dian Angraeni. Dalam kesempatan tersebut, penumpang meminta agar KAI Services menyampaikan pernyataan resmi tertulis yang memuat lima poin kesepakatan, yang seluruhnya telah dijalankan perusahaan.
Penumpang juga menyatakan bahwa pemberian sanksi terhadap oknum petugas sepenuhnya diserahkan kepada manajemen KAI Services. Perusahaan pun telah membuat pernyataan resmi terkait adanya pelanggaran penggunaan data pribadi oleh oknum pekerja, serta menjalankan tindakan internal dan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terulang.
KAI Services menegaskan komitmennya untuk melindungi data penumpang sebagai bagian dari layanan publik yang aman dan bertanggung jawab.