Menlu Ungkap Masih Sulit Komunikasi dengan WNI yang Diculik Israel

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono

 Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono mengungkapkan pemerintah masih sulit berkomunikasi dengan warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan ditahan oleh Israel. Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri di Yordania dan Turki.

"Jadi kita sudah melakukan komunikasi temen-teman di Kementerian Luar Negeri (kemlu) di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel. sejauh ini informasi yang kita terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas," kata Menlu Sugiono kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, pemerintah mengapresiasi semangat seluruh masyarakat yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Pemerintah juga berkoordinasi dengan negara-negara lainnya yang warganya ikut ditahan oleh zionis Israel.

Kapal AL Israel Cegat Armada Global Sumud Menuju Gaza

"Kami juga terus melakukan upaya koordinasi karena kita tidak punya hubungan langsung. Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita yang pertama mengalami nasib serupa juga dari warga negaranya, kemudian dari teman-teman yang ada di Jordan dan Turki," kata Sugiono.

"Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi lima warga negara Indonesia ditangkap oleh pasukan Israel yang menyergap kapal-kapal dalam konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) pada Senin 18 Mei 2026.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan terdapat sembilan WNI anggota koalisi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan GSF 2.0 ke Jalur Gaza tersebut.

“Berdasarkan informasi per pagi ini, sebanyak lima WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel,” kata Yvonne.

Sementara, empat WNI lainnya yang berada di dua kapal berbeda diketahui masih melanjutkan pelayaran di sekitar perairan Siprus, kata dia.

Ia menjelaskan bahwa situasi di lapangan masih sangat dinamis, dan para WNI lainnya yang lolos dari pencegatan pasukan Zionis Israel kemarin masih terancam diculik Israel.

“Keempat WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu juga dapat mengalami intersepsi oleh militer Israel,” ucap jubir Kemlu RI.

Sehubungan dengan perkembangan tersebut, Kemlu RI telah melakukan koordinasi awal dengan sejumlah KBRI di Kairo, Roma, Amman, dan Istanbul untuk mempersiapkan langkah penanganan WNI yang ditangkap Zionis Israel.

Perwakilan RI siap melakukan penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) sebagai dokumen perjalanan pengganti apabila paspor mereka disita Zionis, serta memberikan dukungan medis apabila diperlukan.

Intersepsi tentara Israel terhadap armada kemanusiaan

Intersepsi tentara Israel terhadap armada kemanusiaan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian,” kata dia.

Di samping itu, perwakilan RI setempat akan terus memantau perkembangan situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, menyiapkan langkah-langkah pelindungan, serta segera menindaklanjuti notifikasi dari otoritas setempat begitu diterima, ucap Yvonne.