Rashford Ungkap Alasan Sulit Konsisten, Tersirat Sindiran ke MU

Barcelona, Manchester United, Marcus Rashford, Man United, Thomas Tuchel, Timnas Inggris, rashford, pernyataan marcus rashford, Rashford Ungkap Alasan Sulit Konsisten, Tersirat Sindiran ke MU

Penyerang Timnas Inggris Marcus Rashford dinilai menyindir Manchester United (MU) saat menjelaskan tentang performanya yang naik turun.

Pernyataan Marcus Rashford dianggap sebagai serangan terhadap situasi internal di Old Trafford yang seolah memberi dampak buruk pada penampilan sang pemain.

Marcus Rashford juga menekankan bahwa konsistensi menjadi hal yang terus ia kejar dalam kariernya.

“Yang pasti, konsistensi adalah bagian besar dari itu,” kata Rashford kepada ITV, dilansir dari Sports Illustrated, Selasa (14/10/2025).

“Saya merasa sudah lama berada di lingkungan yang tidak konsisten, jadi semakin sulit untuk konsisten,” tegas Rashford.

Meski tak eksplisit mengarah ke Man United, pernyataan tersebut dianggap merujuk pada pengalaman dan situasinya selama membela raksasa Liga Inggris asal Manchester tersebut.

“Saya sepenuhnya setuju, saya pikir konsistensi adalah hal yang perlu saya bawa ke dalam permainan saya dan saya ingin melakukannya. Saya ingin berada dalam kondisi terbaik, bukan hanya sesekali, tetapi sesering mungkin,” lanjutnya.

Ia menambahkan, “Ketika orang berbicara tentang konsistensi, untuk bisa konsisten dalam hal apa pun, bukan hanya olahraga, Anda membutuhkan variabel yang konsisten dalam hidup dan cara Anda berlatih.”

Perubahan Pengaruhi Performa Rashford

Barcelona, Manchester United, Marcus Rashford, Man United, Thomas Tuchel, Timnas Inggris, rashford, pernyataan marcus rashford, Rashford Ungkap Alasan Sulit Konsisten, Tersirat Sindiran ke MU

Para pemain Barcelona merayakan gol Marcus Rashford pada laga lanjutan Liga Champions, kontra Newcastle United pada Jumat (19/9/2025) dini hari WIB. Pertandingan Newcastle United vs Barcelona bergulir di Stadion St James' Park, Newcastle.

Sejak debut pada 2016, Rashford sudah bekerja di bawah enam pelatih berbeda di Manchester United.

Ia pertama kali diturunkan oleh Louis van Gaal, lalu bermain di bawah arahan José Mourinho, Ole Gunnar Solskjær, Ralf Rangnick, Erik ten Hag, dan kini Ruud van Nistelrooy.

Ia juga sempat dilatih sementara oleh Michael Carrick selama berseragam Man United.

Serangkaian pergantian pelatih membuat sistem dan gaya bermain klub kerap berubah, hal yang diakui Rashford sebagai tantangan dalam menjaga ritme performa.

“Banyak sekali perubahan yang terjadi dalam karier saya sejauh ini, tetapi saya harus menatap ke depan. Itu jelas salah satu hal yang ingin saya perbaiki agar bisa lebih sering mencapai performa terbaik,” katanya.

Masa Keemasan Rashford di Era Solskjær

Rashford mencatat periode terbaiknya saat dilatih Ole Gunnar Solskjær, dengan torehan 55 gol dan 36 assist dalam 135 pertandingan.

Di bawah Solskjær pula ia mendapat menit bermain terbanyak sepanjang kariernya bersama Manchester United.

Namun, setelah periode tersebut, performanya menurun seiring dengan pergantian pelatih dan strategi tim.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel, baru-baru ini menilai Rashford baru bisa dianggap sebagai pemain kelas dunia jika ia mampu tampil stabil di setiap laga.

Kini Rashford sedang menjalani masa pinjaman di Barcelona di bawah pelatih Hansi Flick.

Ia tampil cukup baik di awal musim La Liga dan dikabarkan klub Catalonia itu mempertimbangkan opsi untuk mengontraknya secara permanen.

Bagi Rashford, kesempatan di Barcelona bisa menjadi babak baru setelah periode naik turun bersama Man United, tempat ia menghabiskan hampir seluruh karier profesionalnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.