Dimarco Ungkap Alasan Inter Sulit Bangkit Usai Tertinggal dari Milan

AC Milan, Inter MIlan, Dimarco, Dimarco Ungkap Alasan Inter Sulit Bangkit Usai Tertinggal dari Milan

Bek Inter Milan, Federico Dimarco, mengakui timnya kesulitan melakukan respons setelah kebobolan saat kalah dari AC Milan pada laga Derby della Madonnina di pekan ke-28 lanjutan Serie A.

Meski demikian, ia menegaskan Inter tetap berada dalam posisi kuat di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh poin dan masih memiliki kendali atas peluang meraih gelar dengan 10 pertandingan tersisa.

Derby AC Milan vs Inter MIlan berhasil dimenangkan oleh Rossoneri dengan skor 1-0pada Minggu (8/3/2026), di Stadion San Siro.

Pada pertandingan itu, Nerazzurri tampil tanpa 2 penyerang andalannya, yaitu Marcus Thuram dan Lautaro Martinez.

Kondisi itu membuat lini serang Nerazzurri melemah.

Meskipun pada pertandingan itu terdapat beberapa peluang dari beberapa pemain Inter, mereka gagal memanfaatkannya menjadi gol.

AC Milan, Inter MIlan, Dimarco, Dimarco Ungkap Alasan Inter Sulit Bangkit Usai Tertinggal dari Milan

Rafael Leao (kiri) dibayangi Manuel Akanji (kanan) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Inter Milan di Stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 8 Maret 2026. (Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP)

Sementara itu, Milan tampil lebih efektif, gol yang satu-satunya tercipta itu dicetak oleh Pervis Estupiñán yang berhasil memanfaatkan umpan terobosan dari Youssouf Fofana pada menit ke-35.

Inter Kesulitan Menembus Pertahanan Milan

Dilansir dari DAZN Italia, bek kiri Inter Milan, Federico Dimarco mengakui ia dan rekan-rekannya kesulitan menciptakan peluang berbahaya setelah Milan unggul dan memilih bermain lebih bertahan.

“Milan turun sangat dalam setelah mencetak gol, seperti yang memang sudah diperkirakan. Kenyataannya, kami menciptakan terlalu sedikit peluang untuk benar-benar menyulitkan mereka,” ujar Dimarco.

Ia juga menjelaskan bahwa Inter sebenarnya telah menyiapkan strategi dengan blok pertahanan rendah hingga menengah untuk kemudian meningkatkan tekanan kepada lawan.

Namun, peluang yang didapat Inter tidak mampu dimaksimalkan, dimarco sendiri sempat mendapatkan kesempatan emas, tetapi gagal menyambut bola dengan sempurna.

“Saat peluang itu datang, bola memantul dan saya tidak bisa menghubungkannya dengan baik,” kata dia.

Dimarco juga mengakui Inter kerap kesulitan bereaksi ketika kebobolan lebih dulu.

“Ketika kebobolan, kami sering kesulitan untuk bereaksi, atau setidaknya tidak bereaksi dengan cukup determinasi,” ujarnya.

Inter Masih Nyaman di Puncak Klasemen

Meski kalah dalam derbi, Inter tetap berada di posisi teratas klasemen sementara Serie A dengan keunggulan tujuh poin dan masih memiliki 10 pertandingan tersisa pada musim ini.

Dimarco menilai timnya harus tetap tenang karena peluang meraih gelar masih sepenuhnya berada di tangan mereka.

“Sulit menjelaskan mengapa kami bereaksi seperti itu, namun tim ini tetap solid dan kami menjalani musim sangat baik,” ujar Dimarco.

“Jika seseorang mengatakan delapan bulan lalu bahwa kami akan unggul tujuh poin di puncak klasemen, kami mungkin tidak akan percaya.”

Selain itu, Inter sempat memprotes keputusan wasit pada masa injury time ketika sundulan Denzel Dumfries mengenai tangan Samuele Ricci di dalam kotak penalti.

Dimarco mengaku tidak melihat langsung insiden tersebut karena berada di sisi lain lapangan. Namun, setelah melihat tayangan ulang, ia menilai posisi tangan Ricci terlihat cukup terbuka.

“Melihat videonya, lengannya terlihat cukup terbuka. Itu tergantung pada interpretasi wasit, mungkin saja ada pemeriksaan VAR,” kata Dimarco.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang