Kronologi 4 WNI Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon, Pelaku Bersenjata
Empat warga negara Indonesia (WNI) dikabarkan menjadi korban penculikan sekelompok bajak laut di perairan Gabon, tepatnya Teluk Guinea pada Sabtu (10/1/2026).
Pembajak melakukan penyerangan terhadap kapal penangkap ikan berbendera Gabon.
Selain empat WNI, lima Warga Negara China di dalam kapal juga menjadi korban penculikan.
"Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan anggota kru, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia," ujar Kepala Staf AL Gabon, Hubert Bekale Meyong, dikutip dari TRT Afrika, Senin (12/1/2026).
"Kapal pukat IB Fish 7, yang mengibarkan bendera Gabon, menjadi korban serangan bajak laut saat melakukan penangkapan ikan sekitar tujuh mil laut di sebelah barat daya Ekwata, di perairan Gabon," tambah Meyong.
Kronologi 4 WNI Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon
Dilansir dari APA News, Senin (12/1/2026), serangan bajak laut terjadi pada dini hari Sabtu (10/1/2026) di perairan teritorial Gabon.
Kapal pukat yang dibajak adalah IB Fish 7 dengan bendera Gabon. Saat dibajak, kapal tengah beroperasi sekitar tujuh mil laut di barat daya Equata.
Sekitar pukul 02.00 waktu setempat, tiga orang bersenjata menaiki kapal dan langsung menguasai situasi.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Pertahanan Nasional Gabon, para pelaku secara spesifik menargetkan anggota kru tertentu sebelum membawa mereka pergi.
Dalam aksi tersebut, sembilan pelaut diculik, terdiri dari lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia.
Sementara itu, enam kru lainnya yang berasal dari Tiongkok, Indonesia, dan Burkina Faso tetap berada di kapal setelah pembajakan.
Setelah menerima laporan pelanggaran keamanan maritim, Angkatan Laut Gabon bersama unit maritim Gendarmerie Nasional segera melakukan respons.
Aparat keamanan berhasil menemukan kapal IB Fish 7 dan memberikan pengawalan bersenjata hingga kapal tersebut tiba dengan aman di Pelabuhan Owendo, Libreville.
Respons Gabon Usai Kapal Diserang Bajak Laut
Menteri Pertahanan Nasional Gabon, Brigitte Onkanowa, menyatakan pemerintah memantau perkembangan kasus ini secara intensif.
Kantor Kejaksaan Libreville juga telah membuka penyelidikan resmi untuk mengungkap kronologi lengkap serangan serta mengidentifikasi kelompok kriminal yang bertanggung jawab.
Otoritas Gabon saat ini bekerja sama dengan mitra internasional guna melacak keberadaan para pelaut yang diculik dan mengupayakan pemulangan mereka dengan selamat.
Insiden ini kembali menegaskan bahwa Teluk Guinea masih menjadi salah satu kawasan maritim paling berbahaya di dunia.
Meski patroli keamanan telah diperkuat dalam beberapa tahun terakhir, serangan yang terjadi dekat dengan garis pantai menunjukkan tantangan besar dalam mengamankan perairan dari jaringan kriminal yang bergerak cepat dan bersenjata lengkap.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang