Terungkap! Ada 4 Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel, Ini Identitasnya
Israel mencegat 39 kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza pada Senin siang, 18 Mei. Dalam rombongan tersebut, diketahui terdapat empat jurnalis asal Indonesia.
Sebelumnya, publik hanya mengetahui nama Bambang Nuryono alias Abeng dan Thoudy Badai dari media Republika. Namun, dua jurnalis lain yang juga turut ditangkap militer Israel adalah Andre Nugroho dari Tempo TV serta Rahendro Herubowo dari iNews.
Berdasarkan sumber dari Global Peace Convoy Indonesia, Thoudy Badai, Rahendro Herubowo dan Andre Prasetyo Nugroho berada di kapal Ozgurluk. Sementara Bambang Noryono atau Abeng berada di kapal berbeda yakni BoraLize.
Sementara itu, dalam video yang diunggah oleh Andre Nugroho, dirinya sempat meminta atensi banyak pihak untuk membagikan video tersebut agar mendapt atensi dari pemerintah Indonesia.
”Saya Andre Nugroho, Warga Indonesia yang mengikuti Global Sumud Fotila yakni menembus blokade Gaza. Apabila kawan-kawan melihat video ini, berarti tandanya saya sudah diintersep ataupun diculik zionis Israel. Saya meminta kawan-kawan untuk menshare video ini sebanyak-banyak dan seluas-luasnya agar mendapat atensi dari presiden kita bapak Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri bapak Sugiono,” kata jurnalis Tempo TV dalam videonya yang diunggah di akun Instagram resmi Tempo.co, dikutip Selasa 19 Mei 2026.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Juru bicara 1 Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, Senin 18 Mei 2026 kemarin, sedikitnya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI Rumah Zakat.
"Kapal yang membawa jurnalis An. Bambang Noroyono sampai saat ini masih dicoba dihubungi untuk mengetahui status dari kapal termasuk Sdr. Bambang Noroyono di kapal tersebut," kata dia.
Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional
Yvonne mengatakan bahwa Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan.
Netanyahu Sebut Global Sumud Fotila ’Berbahaya’
Senin 18 Mei 2026, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengecam misi Global Sumud Flotila dan menyebutnya sebagai ’skema berbahaya’ yang bertujuan untuk mendukung Hamas.
Dalam pernyataan resmi kantornya, Netanyahu mengatakan kepada komandan pasukan pencegat bahwa mereka telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam menggagalkan pelayaran tersebut.
“Skema berbahaya yang dirancang untuk menembus blokade yang kami terapkan terhadap teroris Hamas di Gaza. Anda melaksanakan tugas ini dengan sangat sukses, bahkan jauh lebih tenang dari yang diperkirakan musuh-musuh kami,” ujar Netanyahu.
Sebelumnya pada Senin, Kementerian Luar Negeri Israel juga mengecam konvoi itu sebagai aksi provokasi dan menegaskan akan mencegah armada tersebut mencapai Gaza.
“Dalam aksi provokasi kali ini, dua kelompok Turki yang bersikap agresif, yakni Mavi Marmara dan IHH, ikut terlibat. IHH sendiri telah ditetapkan sebagai organisasi teroris,” tulis kementerian itu di X.