Indonesia Perkuat Ekspansi Produk Pangan ke Pasar Global via SIAL Shanghai 2026

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri

Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan, kehadiran Indonesia dalam SIAL Shanghai 2026 di Shanghai New International Expo Centre (SNIEC), Tiongkok, merupakan upaya memperkuat promosi dan ekspansi produk pangan nasional di pasar global.

Dalam keynote speech-nya di acara tersebut, Dyah Roro menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperluas promosi ekspor, membuka peluang kerja sama perdagangan, serta memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia dengan Tiongkok dan negara mitra lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sambutannya, Wamendag menyampaikan bahwa industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor manufaktur terbesar Indonesia, yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan ekspor non-migas.

“Indonesia terus mendorong penguatan industri makanan dan minuman sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui partisipasi pada SIAL Shanghai, Indonesia ingin memperluas jejaring perdagangan, memperkuat kemitraan bisnis, serta membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi produk pangan nasional,” kata Roro dalam keterangannya, Senin, 18 Mei 2026.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, dalam sambutan di acara Penganugerahan Penghargaan Perlindungan Konsumen, Senin, 18 November 2024.

Indonesia mencatat kinerja positif pada sektor makanan olahan, dengan nilai ekspor mencapai US$6,25 miliar pada tahun 2025. Produk pangan Indonesia telah menjangkau berbagai pasar utama dunia, termasuk Amerika Serikat, Filipina, Malaysia, Tiongkok, dan Thailand.

Tiongkok sendiri merupakan salah satu pasar strategis bagi produk makanan olahan Indonesia, seiring tingginya permintaan impor pangan di negara tersebut. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk bernilai tambah, mulai dari kopi, rempah-rempah, gula aren, kakao olahan, produk turunan kelapa, hingga berbagai makanan kemasan.

Dia juga menekankan, keberhasilan produk Indonesia menembus pasar global tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh kualitas produk dan kepatuhan terhadap standar internasional.

Pemerintah Tiongkok melalui General Administration of Customs of China (GACC) menerapkan sistem pengawasan impor pangan yang ketat dan komprehensif. Hingga saat ini, sebanyak 2.840 pelaku usaha Indonesia telah terdaftar di GACC, yang menunjukkan bahwa produk Indonesia semakin dipercaya dan mampu memenuhi standar pasar internasional.

Pada SIAL Shanghai 2026, Indonesia hadir melalui Paviliun Indonesia di Hall E3 dengan menampilkan produk unggulan dari 17 perusahaan nasional. Produk yang dipamerkan meliputi kopi, rempah-rempah, kacang-kacangan, confectionery, kerupuk, kakao olahan, hingga berbagai produk pangan olahan lainnya.

Dalam hari pertama pelaksanaan pameran, Indonesia berhasil mencatat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai USD 3,5 juta di Paviliun Indonesia. Capaian tersebut menjadi awal yang positif dan nilainya diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya rangkaian kegiatan SIAL Shanghai selama tiga hari ke depan.

Capaian awal ini menjadi sinyal positif terhadap tingginya minat pasar internasional terhadap produk pangan Indonesia. Pemerintah optimistis total potensi transaksi dari partisipasi Indonesia pada SIAL Shanghai 2026 dan rangkaian misi dagang dapat mencapai target sebesar USD 30 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Partisipasi Indonesia pada SIAL Shanghai diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan transaksi dagang, memperkuat jejaring bisnis internasional, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekspor nasional dan penguatan ekonomi Indonesia.

“SIAL Shanghai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkenalkan kualitas dan daya saing produk pangan nasional kepada dunia. Kami optimistis kerja sama dan peluang perdagangan yang terbangun melalui forum ini akan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan perekonomian Indonesia,” ujarnya.