Targetkan Enam Besar, Loncat Indah Indonesia Siapkan Pasukan ke Asian Games 2026
Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap mempersiapkan para atlet menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Meski saat ini masih menunggu kepastian resmi terkait pengiriman kontingen dari pemerintah, program pembinaan dipastikan tetap berjalan sesuai rencana.
Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah, Ronaldy Herbintoro, menekankan bahwa persiapan atlet tidak boleh terhenti hanya karena faktor administratif. Baginya, konsistensi adalah kunci untuk menjaga performa di atas papan loncat.
“Kami punya prinsip, ada atau tidak ada pertandingan, atlet harus tetap siap. Latihan tidak boleh berhenti karena akan berdampak pada penurunan performa,” ujar Ronaldy saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Loncat indah di kejurnas akuatik 2026
Pemetakan Atlet Lewat Kejurnas Akuatik 2026
Sebagai langkah konkret, hasil dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 yang tengah berlangsung di Stadion Akuatik GBK akan menjadi acuan utama. Pihak federasi akan menyusun peringkat yang masuk dalam long list atlet potensial.
Nama-nama andalan seperti Gladies Lariesa Garina Haga Kore dan Linar Betiliana—peraih medali perunggu SEA Games 2025—masuk dalam radar proyeksi ini. Fokus utama tim kepelatihan adalah memantau perkembangan fisik dan teknik mereka guna menghadapi persaingan yang semakin ketat di level benua.
Membidik Enam Besar Asia
Ronaldy mengakui bahwa bersaing dengan raksasa dunia seperti China, Jepang, dan Korea di Asian Games adalah tantangan yang sangat berat. Namun, Indonesia tidak lantas pesimis. Target realistis telah dipasang untuk mengukur progres para atlet nasional.
“Kalau di Asian Games, kita masih cukup berat. Untuk bersaing di podium memang belum mudah, tapi untuk enam besar masih terbuka peluang,” tuturnya secara jujur.
Loncat indah di kejurnas akuatik 2026
Kematangan Mental Jadi Kunci
Selain aspek teknis, Ronaldy menyoroti pentingnya jam terbang internasional dalam membentuk mentalitas juara. Ia meyakini bahwa secara fisik dan teknik, atlet Indonesia mampu bersaing, namun aspek psikologis hanya bisa ditempa lewat atmosfer kompetisi yang tinggi.
“Mental itu harus dibentuk lewat pertandingan. Makin sering ikut kompetisi internasional, makin matang mental atlet,” tambahnya.
Pada edisi Asian Games sebelumnya di Hangzhou, Indonesia hanya mengirim satu wakil yakni Gladies Lariesa yang sukses menembus peringkat ke-8 di nomor 3 meter papan putri. Dengan persiapan yang lebih berkelanjutan kali ini, loncat indah Indonesia berharap mampu meningkatkan daya saing dan mencatatkan hasil yang lebih impresif di panggung Asia.