Blak-blakan! Menlu Iran Akui Ada Ranjau di Selat Hormuz

Penampakan Kapal dan Perahu di Selat Hormuz
Penampakan Kapal dan Perahu di Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi mengakui adanya keberadaan ranjau di Selat Hormuz.

Hal tersebut, kata Araghchi menjadi salah satu alasan mengapa kapal-kapal yang akan melewati Selat Hormuz harus berkoordinasi lebih dulu dengan Teheran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz jelas harus berkoordinasi dengan militer kami, karena adanya ranjau dan rintangan yang ada. Kami akan membimbing mereka, seperti yang telah kami lakukan dengan sejumlah kapal India. Navigasi yang aman adalah kebijakan kami," kata Araghchi dalam konferensi pers, Jumat, 15 Mei 2026.

Diketahui, sebanyak 30 kapal telah melintas di Selat Hormuz sejak Rabu malam, 13 Mei 2026 di bawah pengawasan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Data dari platform pelacakan kapal Marine Traffic menunjukkan sedikitnya empat kapal yang terkait dengan China melintasi selat tersebut dalam 24 jam terakhir melalui koridor pelayaran "aman" milik Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur maritim paling penting di dunia untuk pengiriman minyak dan gas. Selat itu praktis tertutup bagi sebagian besar kapal sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Akibatnya, arus pengiriman sumber energi dan kargo global menjadi terganggu.

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan. (Ant)

Sumber: Sputnik/RIA Novosti