Susu Oat Milk vs Susu Sapi, Mana yang Lebih Sehat? Kemenkes Beri Penjelasan

susu sapi murni, susu oat milk, Susu Oat Milk vs Susu Sapi, Mana yang Lebih Sehat? Kemenkes Beri Penjelasan

Saat pergi ke coffee shop, seringkali kita melihat ada pilihan menu dengan menggunakan susu oat milk dalam campuran kopinya.

Dibandingkan susu sapi murni, sejumlah pengunjung lebih memilih menggunakan susu oat milk karena dirasa lebih vegan atau plan based.

Namun benarkah susu oat milk dinilai lebih sehat jika dibandingkan dengan susu sapi?

Kemenkes Indonesia Budi Gunawan Sadikin menjelaskan isu mengenai susu oat milk yang biasa digunakan dalam racikan menu kopi di cafe dinilai lebih sehat.

Susu oat milk memiliki kandungan gula yang tinggi

Dalam postingan instagram pada Senin (1/5/2026) Kemenkes Budi Gunawan Sadikin menjelaskan bahwa susu oat milk ternyata memiliki nilai gula yang lebih tinggi dibandingkan susu sapi murni.

“Oat milk itu terbuat dari saripati gandum, yang kadar gulanya jauh lebih tinggi daripada susu sapi murni” ujarnya.

Kandungan gula dan kalori pada kopi juga bisa semakin berisiko meningkatkan kadar gula dalam tubuh secara berlebihan ketika barista banyak menambahkan perasa manis dalam kopi.

Meski rasanya terasa lezat, namun jika sering dikonsumsi maka dapat menumpuk menjadi kalori yang tidak baik bagi tubuh.

Jadi menurut Budi, apapun susunya perhatikan kembali racikan kopi yang dipesan. Pastikan untuk tidak menambah segala macam pemanis secara berlebihan yang tidak menyehatkan untuk tubuh.

Perbandingan nutrisi susu sapi vs oat milk

Dilansir dari laman IPB Digitani, susu hewani khususnya sapi mengandung nutrisi tertentu yang lebih tinggi dibandingkan dengan oat milk.

Susu sapi memiliki kandungan protein yang tinggi mencapai 8-10 gram protein sedangkan oat milk hanya memiliki sekitar 2-4 gram protein.

Selain itu, susu sapi juga kaya akan kalsium dan vitamin B yang bermanfaat bagi tubuh. Tidak seperti oat milk yang memiliki kandungan yang berbeda.

Meski begitu, oat milk yang kaya akan beta glukan bisa menjadi alternatif bagi mereka yang intoleran terhadap laktosa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang