Milk vs Dark Chocolate: Mana yang Terbaik untuk Jantung?

kesehatan jantung, Milk vs Dark Chocolate: Mana yang Terbaik untuk Jantung?, Keunggulan cokelat hitam, Efek samping cokelat hitam, Bagaimana dengan cokelat susu?, Mana pilihan yang paling sehat?

 Ada beragam jenis cokelat di pasaran. Memilih varian yang tepat ternyata bisa memberikan sederet khasiat bagi tubuh. 

Jika membandingkan antara cokelat hitam dan cokelat susu untuk kesehatan kardiovaskular, terdapat varian yang jauh lebih unggul dan memberikan manfaat perlindungan lebih besar.

"Memilih cokelat hitam dengan setidaknya 70 persen kakao akan memberikan manfaat terbesar," kata ahli diet di VNutrition, Kathleen Garcia-Benson, mengutip Prevention, Kamis (4/6/2026).

Perbandingan nutrisi cokelat

Perbedaan utama varian cokelat hitam dan susu ada pada kakao, padatan susu, dan gula. Varian cokelat susu memiliki kakao 20-40 persen dengan padatan susu yang membuatnya bertekstur lembut namun sarat gula.

Sementara itu, varian cokelat hitam mengandung lebih dari 50 persen kakao tanpa tambahan padatan susu, sehingga kandungan gulanya jauh lebih rendah.

Berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat, sekitar 28 gram cokelat hitam dengan 70-85 persen kakao memiliki 170 kalori, dua gram protein, 12 gram lemak, 13 gram karbohidrat, serta tujuh gram gula.

Sebagai perbandingan, 36 gram cokelat susu mengandung 202 kalori, dua gram protein, 12 gram lemak, 22 gram karbohidrat, dan gula cukup tinggi yakni 21 gram.

kesehatan jantung, Milk vs Dark Chocolate: Mana yang Terbaik untuk Jantung?, Keunggulan cokelat hitam, Efek samping cokelat hitam, Bagaimana dengan cokelat susu?, Mana pilihan yang paling sehat?

Ilustrasi cokelat hitam. Cokelat hitam merupakan sumber serat yang baik dan kaya akan mineral penting untuk kesehatan secara keseluruhan, seperti magnesium dan zat besi.

Keunggulan cokelat hitam

Kebaikan camilan ini berasal dari nutrisi kakao. Semakin banyak persentase kakao di dalamnya, semakin optimal pula khasiatnya untuk kelancaran fungsi organ tubuh kamu.

"Cokelat hitam cenderung kaya akan polifenol seperti flavonoid, yang mendukung lingkungan anti-inflamasi," jelas ahli gizi diet terdaftar di San Francisco dan pendiri Woking Balance Wellness, Diane Han.

Ia menambahkan bahwa senyawa ini terbukti mendukung kesehatan jantung, fungsi otak, hingga mengatur kadar gula darah.

Ulasan tahun 2024 di jurnal Nutrients menemukan, mengonsumsi cokelat hitam dengan lebih dari 70 persen kakao mampu menekan kolesterol total, kolesterol jahat, gula darah puasa, dan tekanan darah.

Ini memperbaiki fungsi jantung dan menekan risiko kardiovaskular. Varian ini juga mengoptimalkan kerja otak agar tugas kognitif yang rumit menjadi lebih mudah diselesaikan.

"Cokelat hitam merupakan sumber mineral yang baik seperti magnesium, zat besi, dan seng," catat Garcia-Benson.

Ia menambahkan jenis ini mungkin mengandung teobromin yang mampu meningkatkan ketajaman kognitif, serta berpotensi memberi efek perlindungan bagi saraf.

Efek samping cokelat hitam

Bagi kamu yang sensitif kafein, berhati-hatilah saat menyantapnya karena varian ini kerap menyimpan kafein tinggi.

Perpaduan antara kafein dan teobromin berisiko memunculkan reaksi tubuh yang merugikan bagi sebagian individu.

kesehatan jantung, Milk vs Dark Chocolate: Mana yang Terbaik untuk Jantung?, Keunggulan cokelat hitam, Efek samping cokelat hitam, Bagaimana dengan cokelat susu?, Mana pilihan yang paling sehat?

Ilustrasi cokelat

Bagaimana dengan cokelat susu?

Bagi kamu yang menyukai manis, varian bersusu tetap memiliki kebaikannya tersendiri.

"Cokelat susu masih menyediakan sejumlah kecil antioksidan dan mineral, meskipun jauh lebih sedikit daripada cokelat hitam," tutur Garcia-Benson.

Beberapa merek cokelat susu dengan kandungan kakao lebih tinggi mendekati 40 persen, dan gula lebih rendah, dapat menawarkan manfaat kesehatan sederhana yang mendekati cokelat hitam.

Rasa manis dari tambahan gula ini justru terasa sangat memuaskan, sehingga kamu bisa menuntaskan hasrat mengemil hanya dengan satu atau dua potong kecil saja tanpa harus makan berlebihan.

Perihal efek sampingnya, semakin kecil rasio kakao, semakin minim pula nutrisi yang akan kamu dapatkan. Sesuai standar, produk bersusu hanya diwajibkan memiliki sepuluh persen kakao.

Batangan dengan persentase seminim ini mustahil memberikan dampak positif secara signifikan. Mengingat kandungan gulanya tinggi, varian bersusu sebaiknya hanya dinikmati sesekali.

Mana pilihan yang paling sehat?

"Cokelat hitam biasanya menjadi pilihan yang lebih padat nutrisi karena kandungan kakao yang lebih tinggi dan gula yang lebih rendah," kata Garcia-Benson.

Namun, perlu diingat bahwa kedua jenis ini sangat padat kalori, sehingga porsi kecil pun sudah menyumbang energi besar bagi tubuh kamu.

"Untuk manajemen berat badan, kuncinya adalah mengontrol porsi dan pola makan secara keseluruhan," tambah Garcia-Benson.

Pada akhirnya, varian gelap jauh lebih direkomendasikan untuk menunjang kesehatan kamu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang