Indonesia "Bantu" Tiga Negara Ukir Sejarah di Piala Thomas, Terbaru Perancis
Indonesia baru saja mengukir rekor pencapaian terendah sepanjang keikutsertaan di Piala Thomas, yakni tersingkir di fase grup.
Hasil terbaru melawan Perancis yang berujung kekalahan 1-4 adalah pemicunya. Indonesia tak memenuhi syarat lolos ke perempat final Piala Thomas 2026.
Sebuah pukulan telak yang berujung sejarah kelam mengingat inilah kali pertama Indonesia gagal melewati fase grup Piala Thomas.
Pencapaian paling rendah sepanjang masa mengalahkan edisi 2012 saat terhenti di perempat final.
Salah satu faktor penyebab kegagalan Indonesia tidak lain adalah kekalahan beruntun di sektor tunggal putra.
Tak ada satu pun dari Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting yang bisa mengamankan poin.
Ketiganya berturut-turut dikalahkan oleh Christo Popov (19-21, 14-21), Alex Lanier (16-21, 19-21), dan Toma Junior Popov (22-20, 15-21, 20-22).
Sejarah kelam bagi Indonesia, catatan emas buat Perancis. Mereka pertama kali menjejak perempat final Piala Thomas.
"Kami lebih dari sekadar bangga. Kami meraih kemenangan bersama-sama," kata Christo Popov dikutip dari situs BWF.
Final Piala Thomas 2022
Perancis bukanlah negara pertama yang mendapat "bantuan" Indonesia untuk mengukir sejarah baru di Piala Thomas.
Setidaknya ada dua negara lain yang bernasib sama seperti Perancis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Kilas balik empat tahun lalu. Indonesia sukses menembus final Piala Thomas 2022 usai melibas lawan-lawan kuat seperti China (perempat final) dan Jepang (semifinal).
Rintangan terberat Indonesia seharusnya sudah dilewati. Lawan di final adalah India yang tak punya tradisi juara Piala Thomas.
Komposisi pemain terbaik diturunkan Indonesia. Tiga partai pertama langsung memasang Anthony Sinisuka Ginting, Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya, dan Jonatan Christie.
Sejumlah pebulutangkis Thomas India melakukan selebrasi usai Prannoy H. S menang atas pebulu tangkis tunggal putra Denmark Rasmus Gemke dalam pertandingan babak semifinal final Piala Thomas 2022 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Sabtu (14/5/2022) dini hari. India menang atas Denmark dengan skor akhir 3-2 dan berhak melenggang ke babak final bertemu dengan Tim Thomas Indonesia.
Di atas kertas nama-nama barusan mengungguli India yang mengandalkan Lakhsya Sen, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dan Kidambi Srikanth.
Hasilnya sungguh di luar dugaan. Ginting kena tikung Lakhsya Sen dan menyerah 21-8, 17-21, 16-21 di partai pertama.
Berikutnya, giliran Ahsan/Kevin dibuat bertekuk lutut oleh Rankireddy/Shetty lewat rubber game (21-18, 21-23, 19-21).
India berada di atas angin. Kemenangan 3-0 pun dikunci setelah Srikanth membungkam Jonatan dua gim langsung dengan skor 21-15, 23-21.
Seluruh pemain India bersorak kegirangan. Trofi Piala Thomas dibawa pulang untuk kali pertama.
Final Piala Thomas 2016
Satu lagi momen Indonesia "membantu" negara lain menciptakan sejarah adalah final Piala Thomas 2016.
Indonesia menghadapi Denmark, negara yang sejatinya punya tradisi bagus di bulu tangkis tapi belum pernah juara Piala Thomas.
Prestasi terbaik Denmark yaitu delapan kali menjadi runner-up pada 1949, 1955, 1964, 1973, 1979, 1996, 2004, dan 2006.
Kekuatan utama Indonesia terletak di ganda putra. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Angga Pratama/Ricky Karanda berhasil menyumbangkan poin.
Sayangnya, tiga tunggal putra Indonesia kompak menelan kekalahan. Dimulai dari Tommy Sugiarto yang ditekuk Viktor Axelsen (17-21, 18-21).
Kemudian, Anthony Sinisuka Ginting dan Ihsan Maulana Mustofa juga keok dari Jan O Jorgensen (17-21, 12-21) dan Hans-Kristian Vittinghus (15-21, 7-21).
Jadilah Denmark menciptakan sejarah baru menjuarai Piala Thomas untuk pertama kalinya. Lagi-lagi berkat "bantuan" Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang