Kerja Shift Malam Bisa Bikin Masalah pada Hati?

Ilustrasi kerja remote / digital nomad
Ilustrasi kerja remote / digital nomad

Kerja shift malam ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan karena mengganggu ritme alami tidur manusia. Gangguan ini tidak hanya memicu masalah mental, tapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit termasuk penyakit hati berlemak (fatty liver disease).

Penyakit hati berlemak adalah kondisi di mana terjadi penumpukan lemak berlebih di dalam hati. Ada dua jenis utama yakni alcoholic fatty liver disease (AFLD), akibat konsumsi alkohol berlebihan dan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), yang tidak berhubungan dengan alkohol.

Kerja Malam Bisa Sebabkan Fatty Liver

Menurut hepatolog (ahli penyakit hati) yang dikenal di media sosial sebagai The Liver Doc, Dr. Cyriac Abby Philips, kerja shift malam adalah salah satu faktor yang sering luput diperhatikan dalam kasus fatty liver.

Dalam video Instagram yang ia unggah pada 18 Februari 2024 cuplikan dari acara The Ranveer Show tanggal 30 Januari 2024 Dr. Philips menjelaskan bagaimana pola tidur yang terganggu akibat kerja malam dapat merusak fungsi hati.

”Ada beberapa jenis pekerjaan yang bisa memicu penyakit hati berlemak, misalnya mereka yang bekerja pada shift malam. Tubuh manusia punya jam biologis alami yang dirancang untuk tidur di jam tertentu. Tapi saat seseorang bekerja malam, siklus tidur mereka menjadi kacau dan akhirnya tidak mendapat tidur berkualitas yang sebenarnya dibutuhkan,” kata dia.

Dr. Philips menegaskan bahwa risiko ini tidak ada hubungannya dengan faktor genetik atau lingkungan.

“Banyak orang yang tidurnya sangat sedikit, dan itu saja sudah cukup untuk memicu fatty liver. Kurang tidur, tidur yang tidak berkualitas, atau tidur yang tidak memulihkan tenaga, kamu tidur, tapi tetap merasa lelah di pagi hari seolah belum tidur sama sekali. Kita semua pernah merasakannya. Nah, tidur yang tidak memulihkan ini juga bisa memicu penumpukan lemak di hati. Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan gen atau faktor keluarga,” kata dia.

Tidur Berkualitas = Hati Lebih Sehat

Melalui unggahannya, Dr. Philips menuliskan bahwa risiko tersembunyi dari fatty liver adalah kerja malam dan kebersihan tidur (sleep hygiene) yang buruk.

Ia juga mengingatkan bahwa penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) sering kali tidak menunjukkan gejala awal yang jelas, sehingga banyak orang tidak menyadari kondisi ini hingga sudah cukup parah.

Bagi yang ingin tahu apakah hatinya berisiko, Dr. Philips menyarankan untuk melakukan tes sederhana yang dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini karena mendeteksi lebih awal bisa menyelamatkan nyawa.Kerja Malam Bisa Bikin Hati Berlemak? Ini Peringatan dari Dokter Hati Dunia, The Liver Doc!