Deretan Kecelakaan Kereta Api Terparah di Indonesia dari Masa ke Masa

Evakuasi korban KRL ditabrak Kereta Api Jarak Jauh di Bekasi
Evakuasi korban KRL ditabrak Kereta Api Jarak Jauh di Bekasi

Senin malam, 27 April 2026, terjadi kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta komuter di Stasiun Bekasi Timur.  Insiden kecelakaan ini disebut bermula dari  sebuah taksi yang menabrak KRL di perlintasan kereta.

”Oh iya, jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL  di JPL lintasan dekat Bulak Kapal ya," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, Senin 27 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat tabrakan tersebut, KRL terpaksa berhenti di jalur. Nahas, di belakang rangkaian tersebut melaju KA Argo Bromo Anggrek yang kemudian ikut terdampak situasi di lintasan.

"Yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo. Mungkin itu dulu yang saya bisa sampaikan dulu ya," ujarnya.

Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan kereta yang terjadi di Indonesia. Sejumlah peristiwa bahkan tercatat sebagai kecelakan yang paling banyak menelan korban meninggal. Berikut ini rangkuman kecelakaan kereta yang paling banyak menelan korban meninggal dunia seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Kecelakaan Kereta Api di Jembatan Lembah Anai, Sumatera Barat

Pada 25 Desember tahun 1944 terjadi kecelakaan kereta api di kawasan Lembah Anai Sumatera Barat. Kereta api tersebut diketahui jatuh di Jembatan Lembah Anai  Sumatera Barat. Insiden ini terjadi akibat kegagalan sistem pengereman saat kereta melintasi jalur ekstrem di lembah tersebut. Kecelakaan ini menjadi salah satu kecelakaan kereta api yang paling banyak menelan korban jiwa. Diketahui akibat kecelakaan ini mengakibatkan 200 orang tewas dan 250 orang terluka parah. Kuburan massal pun dibuat akibat kecelakaan ini.

Kecelakaan Bintaro

Pada 19 Oktober 1987, kecelakaan antara KA Lokal Rangkas bertabrakan dengan KA Pataas Merak yang sedang melaju di daerah Pondok Betung, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan. Kecelakaan ini disebabkan oleh kesalahan kepala stasiun Kebayoran yang memberangkatkan KA 220 tanpa memberi tau kepala Stasiun Sudimara tentang pemindahan persliangan yang akan dilakukan di Stasiun Sudimara. Akibat kecelakaan ini dilaporkan 156 orang tewas dan 300 orang terluka.

Kecelakaan Kerea Ratu Jaya

Pada 2 November 1993 terjadi kecelakaan yang melibatkan dua rangkaian KRL ekonomi yang melaju dari arah berlawanan di jalur tunggal yang sama. Kecelakaan ini terjadi akibat miskomunikasi informasi antara petugas pengatur perjalanan kereta api di Satsiun Depok Lama dan Stasiun Citayam. Akibat insiden itu 20 oran dilaporkan tewas dan 100 orang dilaporkan mengalami luka

Kecelakaan KA Empu jaya dan KA Gaya Baru Malam

Kecelakaan terjadi antara Kereta Api Empu Jaya dengan Kereta Api Gaya Baru Malam di Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes 25 Desember 2001 sekitar pukul 04.33 WIB.  Insiden tabrkan ini terjadi saat KA Empu Jaya melanggar sinyal masuk stasiun Ketanggungan Barat dan menabrak kereta Gaya Baru Malam yang sedang menunggu untuk bersilang. Akibat peristiwa ini 31 orang dikabarkan tewas dan 53 orang lainnya luka berat termasuk masinis dari KA Empu Jaya.

Kereta Api Gajayana dengan KA Sembrani

15 April 2006 pukul 02.10 WIB terjadi kecelakaan kereta api antara KA Kertajaya dengan KA Sembrani di Stasiun Grobogan Jawa Tengah.  KA Empu Jaya menabrak KA Gaya Baru Malam Selatan yang tengah berhenti di emplasemen stasiun. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa tabrakan ini disebabkan oleh faktor kesalahan manusia atau human eror. Akibat kecelakaan ini 31 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Kecelakaan KA Argo Bromo  Anggrek & Senja Utama 

Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Senja Utama terjadi di Stasiun Petarukan 2 Oktober 2010 pada pukul 03.00 WIB. Kecelakaan ini bermula saat KA Senja Utama yang akan menuju Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya. Akibat kecelakaan ini, 34 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kecelakaan naas terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi Surabaya dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Akibat tabrakan tersebut, gerbong belakang KRL rusak parah hingga tertembus kereta lokomotif KA Argo Bromo Anggrek. Hingga pukul 08.45 WIB tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara korban luka mendapat penanganan di berbagai fasilitas kesehatan seperti di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

KAI juga memastikan seluruh korban mendadpat penanganan maksimal. Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung oleh asuransi bersma KAI.