Membara, Indonesia Samakan Kedudukan di Piala Thomas Usai Sabar/Reza Gebuk Wakil Kedua Thailand

Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani
Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani

 Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani, tampil penuh determinasi untuk menjaga asa Merah Putih saat menghadapi Thailand di Thomas Cup 2026.

Turun di partai kedua Grup D yang digelar di Forum Horsens, Denmark, Minggu (26/4/2026), Sabar/Reza sukses menundukkan pasangan Thailand, Chaloempon Charoenkitamorn / Worrapol Thongsa-nga, dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-18 dalam waktu 43 menit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenangan ini sangat krusial karena membuat Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1, setelah sebelumnya Jonatan Christie harus mengakui keunggulan lawan di partai pembuka.

Sejak awal gim pertama, Sabar/Reza langsung tancap gas. Mereka sempat melesat dengan keunggulan 5-0, menunjukkan dominasi sejak poin-poin awal. Namun, pasangan Thailand tak tinggal diam dan perlahan mengejar hingga membuat pertandingan kembali ketat.

Meski sempat ditekan, Sabar/Reza tetap tenang. Mereka mampu menjaga ritme permainan dan menutup gim pertama dengan skor 21-17.

Memasuki gim kedua, laga berjalan lebih sengit. Kedua pasangan saling kejar poin dan beberapa kali bermain imbang. Sabar/Reza sempat kehilangan momentum, tetapi cepat bangkit dan mengambil alih kendali saat interval dengan keunggulan 11-8.

Selepas jeda, permainan agresif Sabar/Reza lewat drive-drive cepat membuat lawan kerepotan. Mereka bahkan sempat unggul jauh 18-13. Namun, drama terjadi saat wakil Thailand bangkit dan menyamakan skor menjadi 18-18 lewat tujuh poin beruntun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam situasi genting, mental juara Sabar/Reza berbicara. Mereka kembali fokus, merebut poin-poin krusial, dan akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 21-18.

Kemenangan ini bukan hanya soal angka, tapi juga menunjukkan karakter kuat Sabar/Reza dalam menghadapi tekanan—modal penting bagi Indonesia untuk melangkah lebih jauh di Thomas Cup 2026.