Thomas Cup 2026: Keyakinan Alwi Farhan Usai Indonesia Bekuk Aljazair

Alwi Farhan, Tunggal putra Indonesia, Aljazair, Thomas Cup 2026: Keyakinan Alwi Farhan Usai Indonesia Bekuk Aljazair

Tim bulu tangkis Indonesia memulai perjalanan di Thomas Cup 2026 dengan hasil meyakinkan saat menghadapi Aljazair di Horsens Forum, Denmark, Jumat (24/4/2026).

Skuad Merah Putih menang telak 5-0 pada laga pembuka fase grup. Salah satu penyumbang poin datang dari Alwi Farhan di sektor tunggal putra kedua.

Pemain asal Surakarta itu tampil dominan saat menghadapi M. Abderrahmie Belarbi. Ia menang dua gim langsung dengan skor 21-8 dan 21-7.

Kemenangan tersebut memperkuat awal positif Indonesia dalam turnamen beregu ini.

Alwi Jaga Fokus untuk Laga Berikutnya

Meski meraih kemenangan, Alwi memilih langsung mengalihkan fokus ke pertandingan selanjutnya.

Tunggal putra Indonesia itu mengaku hasil ini memberi tambahan semangat untuk menghadapi laga berikutnya.

"Itu sungguh menyenangkan dan juga membuat saya bersemangat," tutur Alwi.

"Terima kasih untuk masyarakat yang sudah menonton langsung. Terima kasih juga untuk rekan setim yang sudah mendukung."

"Kami sudah beberapa kali melakukan Training Camp bersama."

"(Di sana) kami membangun chemistry, teknik, serta mental. Semua sudah kami persiapkan."

Alwi Farhan, Tunggal putra Indonesia, Aljazair, Thomas Cup 2026: Keyakinan Alwi Farhan Usai Indonesia Bekuk Aljazair

Ekspresi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, usai memastikan diri lolos ke final Swiss Open 2026.

Alwi menilai turnamen beregu memiliki tantangan berbeda. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dalam setiap pertandingan.

"Saya sangat berharap kami bisa melanjutkan tren. Ini adalah turnamen beregu, jadi tidak ada hasil yang bisa ditebak. Entah peringkat di bawah atau di atas, mental harus siap."

"Siapa yang tidak siap, dia akan kalah. Maka, harus dipastikan kita jangan sampai kalah hawanya, jangan sampai kalah kemauannya."

"Jadi, kita harus punya keinginan (untuk menang) yang sama dengan lawan kita, bahkan harus lebih," tambahnya.

Tantangan Lebih Berat Menanti

Setelah kemenangan atas Aljazair, Indonesia masih harus menghadapi dua lawan kuat di fase grup, yaitu Prancis dan Thailand.

Pada laga lain, Thailand mencatat kemenangan 4-1 atas Prancis. Hasil ini membuat persaingan di grup semakin ketat.

Bagi Alwi, peran di tim kali ini berbeda dibanding edisi sebelumnya. Ia kini dipercaya sebagai tunggal putra kedua.

"Mungkin secara pengalaman, setiap turnamen saya gunakan sebagai belajar," ungkapnya.

"Karena setiap hari tentu ada pembelajaran baru. Dua tahun lalu, saya masih menjadi tunggal keempat.... Sekarang, tunggal kedua. Tentu merasa bangga sekaligus senang.'

"Tetapi, ini adalah tanggung jawab yang harus saya emban. Jadi, saya pasti ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia," imbuh Alwi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang