Hampir Menangis, Miss Cosmo 2025 Terharu Lihat Anak Penerima Operasi Sumbing Pulih Lagi
Momen haru tak terbendung terjadi saat Yolina Lindquist, Miss Cosmo 2025, menyaksikan langsung perubahan luar biasa pada seorang anak yang sebelumnya mengalami celah bibir dan/atau langit-langit (sumbing). Ia mengaku hampir menitikkan air mata ketika melihat bagaimana operasi sederhana mampu mengubah hidup seorang anak secara drastis.
Yolina sendiri sedang mengunjungi Indonesia dalam rangka menuju Grand Final Puteri Indonesia 2026. Bersama rekannya, Runner-Up Miss Cosmo 2025, Chelsea Fernandez, Yolina berkunjung ke RS Hermina Galaxy Bekasi sebagai agenda kemanusiaan dan untuk memastikan setiap anak yang lahir dengan celah bibir dan/atau langit-langit memiliki kesempatan untuk tumbuh kembang dengan optimal. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Kunjungan ke rumah sakit bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengalaman emosional yang membekas bagi dirinya. Melihat anak-anak yang telah menjalani operasi dan kembali tersenyum menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan.
Dalam momen tersebut, Yolina mengungkapkan perasaannya setelah menonton kisah seorang anak yang berhasil sembuh dari sumbing.

"Video itu sangat... sejujurnya, sangat menyakitkan mendengar pembuli. Itu benar-benar sangat sedih bagi seorang anak kecil, yang benar-benar, maksudku, itu bukan sesuatu yang dia minta atau pilih,” ungkap Yolina di Bekasi pada Kamis, 23 April 2026.
Ia menambahkan bahwa melihat perjuangan anak tersebut sejak kecil membuatnya merasa sangat tersentuh. Namun, perubahan yang terjadi setelah operasi justru menghadirkan kebahagiaan yang luar biasa.
"Melihat Smile Train mengubah hidup mereka, itu menakjubkan, dan aku ingin menangis setelah aku sangat senang... kamu bisa melihat dia memiliki kepercayaan diri setelah operasi, kamu bisa melihat seluruh aura, seluruh personalitasnya berubah,” tambahnya.
Kehadiran Miss Cosmo 2025 di Indonesia bukan tanpa alasan. Mereka datang sebagai celebrity ambassador dari Smile Train, sebuah yayasan nirlaba global yang berfokus pada operasi celah bibir dan langit-langit sumbing secara gratis yang bekerja sama dengan RS Hermina.
Kunjungan ini juga menandai pencapaian besar bagi yayasan ini yang telah berkiprah selama lebih dari dua dekade. Selama periode tersebut, mereka berhasil membantu lebih dari 100.000 pasien menjalani operasi sumbing secara gratis di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi banyak anak, bibir sumbing bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada rasa percaya diri. Anak-anak yang mengalami kondisi ini sering menghadapi kesulitan berbicara, makan, bahkan risiko perundungan.
Hal inilah yang membuat Yolina merasa sangat tersentuh ketika melihat perubahan yang terjadi setelah operasi.
"Anaknya menjadi lebih aktif di sekolah... itu benar-benar mempengaruhi kepercayaannya karena situasinya, tapi setelah itu dia menjadi lebih aktif, dia menjadi lebih banyak berpartisipasi di sekolah,” kata Yolina.
Menurutnya, perubahan tersebut bukan hanya terlihat dari fisik, tetapi juga dari sikap dan kepercayaan diri anak.
"Aku sangat senang bahwa kamu benar-benar mengubah hidup, mengubah kepercayaan, mengubah senyuman,” tambahnya lagi.
Program ini tidak hanya berhenti pada operasi saja. Pihak penyelenggara menerapkan pendekatan menyeluruh atau Comprehensive Cleft Care, yaitu perawatan lengkap yang mencakup tahap sebelum dan setelah operasi.
Melalui kerja sama dengan tenaga medis lokal, anak-anak dengan kondisi sumbing bisa mendapatkan perawatan secara gratis. Sejak tahun 2014 hingga saat ini, sudah ada lebih dari 600 pasien yang sudah dibantu dalam program operasi bibir sumbing gratis.
Selain operasi, pasien juga mendapatkan pendampingan medis lanjutan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan terapi yang diperlukan agar proses pemulihan berjalan optimal.
Program ini juga terbuka bagi berbagai usia, mulai dari bayi hingga pasien dewasa yang membutuhkan tindakan rekonstruksi tambahan.
"Semuanya free 100%. Intinya kalau ada keluarga atau tetangga yang butuh bantuan tindakan bedah plastik untuk bibir sumbing atau langit-langitnya, itu bisa kita bantu,” ujar Deasy Larasati, Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia. Operasi bibir sumbing memiliki dampak jangka panjang bagi kehidupan anak. Tidak hanya memperbaiki penampilan, tetapi juga membantu fungsi dasar seperti makan, berbicara, dan bernapas.
Dokter bedah plastik yang terlibat dalam program ini menjelaskan bahwa perawatan sumbing membutuhkan kerja sama banyak disiplin ilmu, mulai dari dokter anak hingga ahli nutrisi.