Kawinkan Gelar Piala Thomas-Uber, Hanya Indonesia dan China yang Bisa

Piala Thomas, Piala Uber, China, Hariyanto Arbi, Rexy Mainaky, Ricky Subagja, Susy Susanti, Ardy Wiranata, Kawinkan Gelar Piala Thomas-Uber, Hanya Indonesia dan China yang Bisa

Piala Thomas-Uber memasuki edisi ke-22 sejak pertama kali menerapkan format penyelenggaraan gabungan pada 1984.

Tadinya, Piala Thomas (1949-1984) dan Piala Uber (1957-1984) digelar terpisah setiap tiga tahun sekali. 

Era baru gabungan penyelenggaraan turnamen beregu paling bergengsi sejagat ini lantas memunculkan potensi kawin gelar satu negara.

Sepanjang sejarah, hanya ada dua negara yang mampu mengawinkan gelar juara Piala Thomas-Uber, yakni China dan Indonesia.

China yang lebih dominan juara di beregu putri tercatat pernah delapan kali mengawinkan gelar Piala Thomas-Uber, yakni 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2012, dan 2024.

Dua tahun lalu, China mengalahkan Indonesia di final, masing-masing di Piala Thomas (3-1) dan Piala Uber (3-0).

Sementara itu, Indonesia terhitung pernah dua kali sukses mengawinkan gelar juara Piala Thomas-Uber pada edisi 1994 dan 1996.

Piala Thomas-Uber 1994

Prestasi ini mengembalikan memori Indonesia ke era kejayaan dekade 1990-an. Piala Thomas-Uber 1994 diselenggarakan di Jakarta, tepatnya venue legendaris Istora Senayan.

Tim Thomas mengandalkan nama-nama beken seperti Ardy B. Wiranata, Joko Suprianto, Hariyanto Arbi, dan Hermawan Susanto di sektor tunggal.

Kemudian, ada Eddy Hartono, Rudy Gunawan, Rexy Mainaky, Ricky Subagja, dan Bambang Suprianto di sektor ganda.

Begitu pula Tim Uber yang mengusung sang peraih medali emas Olimpiade 1992 Susy Susanti, plus Yuni Kartika, Yuliani Santosa, dan Mia Audina di sektor tunggal.

Lalu, sektor ganda diisi Eliza Nathanael, Zelin Resiana, Finarsih, Lili Tampi, dan Rosiana Tendean. 

Hasilnya, Indonesia melaju kencang hingga juara di Piala Thomas membungkam Malaysia dengan skor telak 3-0 di final.

Kemenangan Tim Thomas Indonesia disumbangkan oleh Hariyanto Arbi, Rudy Gunawan/Bambang Suprianto, dan Ardy Wiranata. 

Piala Thomas, Piala Uber, China, Hariyanto Arbi, Rexy Mainaky, Ricky Subagja, Susy Susanti, Ardy Wiranata, Kawinkan Gelar Piala Thomas-Uber, Hanya Indonesia dan China yang Bisa

Suasana jalannya pertandingan antara pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting melawan pebulu tangkis China Lu Guang Zu pada ajang Thomas Cup 2020 di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). Indonesia berhasil menjuarai Thomas Cup 2020 setelah mengalahkan China dengan skor 3-0.

Di Tim Uber, kemenangan diraih dengan susah payah dan menghasilkan skor ketat 3-2 atas China di final.

Susy Susanti dan Finarsih/Lili Tampi membawa Indonesia unggul 2-0, tapi belakangan China sukses menyamakan kedudukan 2-2.

Penentuan juara terjadi di partai kelima dan Mia Audina yang saat itu masih berusia 14 tahun menjadi pahlawan tim usai menekuk Zhang Ning (11-7, 10-12, 11-4).

Piala Thomas-Uber 1996

Berselang dua tahun kemudian, Indonesia kembali mengulangi kesuksesan kawin gelar Piala Thomas-Uber.

Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Hong Kong. Skuad Indonesia tak jauh berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya.

Tim Thomas memanggil Hariyanto Arbi, Ardy B. Wiranata, Joko Suprianto, dan Alan Budikusuma di sektor tunggal.

Kemudian, ada Rexy Mainaky, Ricky Subagja, Rudy Gunawan, Bambang Suprianto, Denny Kantono, dan Antonius Budi Ariantho di sektor ganda. 

Tim Uber diperkuat Susy Susanti, Mia Audina, Yuliana Santosa, Lidya Djaelawijaya, dan Meiluawati untuk sektor tunggal.

Ditambah lagi Eliza Nathanael, Zelin Resiana, Finarsih, Lili Tampi, serta Deyana Lomban di sektor ganda.

Piala Thomas 1996 dibawa pulang ke Tanah Air berkat kemenangan telak 5-0 atas Denmark di final.

Joko Suprianto, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Hariyanto Arbi, Rudy Gunawan/Bambang Suprianto, dan Alan Budikusuma tidak terbendung melibas lawan-lawannya.

Di sisi lain, Indonesia kembali menjungkalkan China di final Piala Uber 1996. Kali ini skor lebih telak 4-1.

Kemenangan Indonesia disumbangkan oleh Susy Susanti, Mia Audina, Finarsih/Lili Tampi, dan Meiluawati, sedangkan Eliza Nathaniel/Zelin Resiana kalah di laga kedua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang