Mendol Khas Malang, dari Tempe Biasa Jadi Lauk Istimewa
Mendol. (Dokumentasi Pribadi)
"Ibuk masak apa?" tanya anak saya siang itu."Asyiik, mendol," katanya demi melihat saya sedang membuat kepalan-kepalan kecil dari adonan tempe.
"Mendol sama sayur asem ," jawab saya sambil tersenyum.
"Siip, sambelnya tidak lupa kan?" kata anak saya lagi.
Mendol. Orang Malang pasti kenal dengan hidangan satu ini. Hidangan yang terbuat dari tempe yang ditumbuk, diberi bumbu tertentu, lalu dikepal-kepal dan digoreng.
Rasa mendol yang krispi di luar dan lembut dan dalam membuatnya cocok untuk teman berbagai hidangan. Sayur asem, sayur lodeh, pecel bahkan rawon terasa begitu mantap ditemani hidangan satu ini.
Lebih lebih ditambah dengan sambal. Mak nyus pokoknya.
Mendol adalah hidangan khas Malang yang terbuat dari tempe. Ada yang suka jika tempenya semangit atau sedikit busuk sehingga mengeluarkan aroma yang khas, ada juga yang lebih suka memakai tempe yang bagus. Saya sendiri lebih suka yang kedua, karena aroma gurih dan krispinya lebih terasa.
Pecel plus mendol. (Sumber gambar: Times)
Tempe semangit sendiri adalah tempe yang over fermented atau mengalami proses fermentasi berlebih (lebih dari 48 jam). Warnanya agak coklat, aromanya yang khas, membuatnya sering digunakan sebagai bumbu.
Dari Kompas.com disebutkan bahwa mendol dibuat karena masyarakat di masa penjajahan Belanda ingin membuat hidangan mirip perkedel yang nota bene merupakan hidangan khas kolonial.
Karena Malang adalah penghasil tempe, akhirnya diciptakan hidangan menyerupai perkedel dengan bahan baku tempe yang merupakan makanan khas daerah Malang.
Saat itu usaha tempe di Malang banyak dibuat secara rumahan. Dari beberapa sumber disebutkan bahwa tempe yang bagus banyak diborong oleh pemerintah Belanda untuk lauk para tentara, sedangkan yang kualitasnya kurang baik disisakan untuk orang pribumi.
Nah, dengan kreasi tertentu justru dari tempe yang kurang bagus ini tercipta hidangan sedap yang disebut mendol.
Dinamakan mendol karena dari bentuknya yang mbendol (dari Bahasa Jawa). Merujuk juga pada cara pembuatannya dengan cara dikepal, sehingga menghasilkan bentuk yang bulat lonjong atau mbendol.
Cara Membuat Mendol
Mendol siap digoreng. (Dokumentasi Pribadi)
Biar lebih asyik mari kita coba bagaimana cara membuat mendol ini.
1 papan tempe (sekitar 400--500 gram), boleh tempe yang baru atau dicampur tempe semangit.
4 lembar daun jeruk, buang bagian tulang daun di tengahnya, lalu iris tipis
1 sendok teh kaldu jamur bubuk
1 sendok teh garam
Minyak goreng untuk menggoreng secukupnya
Bumbu yang dihaluskan:
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1/2 sendok teh ketumbar
1 ruas kencur
3 buah cabe rawit merah (jumlah bisa ditambah atau dikurangi untuk menyesuaikan tingkat rasa pedas yang diinginkan)
Cara membuat:
Potong dadu kecil tempe lalu ulek hingga hancur dan halus.
Bumbui tempe yang telah dihancurkan dengan bumbu halus, kaldu jamur bubuk, garam, serta potongan daun jeruk. Uleni hingga semua bahan dan bumbu tercampur rata.
Bentuk tempe dengan cara meremas sekitar 1 sendok makan adonan menjadi bentuk bulat memanjang. Ulangi hingga semua adonan mendol habis
Panaskan minyak goreng secukupnya dan goreng mendol hingga berwarna kecoklatan. Tiriskan dan mendol siap untuk dinikmati.
Mendol proses penggorengan. (Sumber gambar: Cookpad)
Bagaimana pembaca, tertarik untuk mencoba membuat mendol? Gampang membuatnya, sedap rasanya.
Seiring berjalannya waktu, mendol banyak disajikan di warung-warung atau restoran sebagai pelengkap hidangan. Mendol pun banyak dijual dalam bentuk kemasan tinggal goreng.
Dari kesederhanaan mendol kita bisa belajar bahwa tak perlu sempurna dari awal untuk jadi sesuatu yang istimewa. Seperti mendol, dengan kreasi tertentu ketidaksempurnaan justru melahirkan cita rasa yang tak terlupakan.
Saya lebih suka mendol buatan sendiri karena bisa memilih jenis tempenya, sekaligus menyesuaikan rasanya. Anak-anak biasanya suka kalau mendolnya agak pedas.
Akhirnya dari kesederhanaan mendol kita bisa belajar bahwa tak perlu sempurna dari awal untuk jadi sesuatu yang istimewa. Seperti mendol, dengan kreasi tertentu ketidaksempurnaan justru melahirkan cita rasa yang tak terlupakan.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mendol, Sedap dan Uniknya Hidangan Khas Malang"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang